
Oleh
:
Abram Yanuar (32753)
Emay Dian Anggraeny (32754)
Riskawati (32755)
Dyah Ayu Maharani (32757)
Yuliana Dwi Putri Uis Loim (32758)
Sidharta W (32759)
Ignasius
Yudhistira (32760)
Rajifah Ainiah (32762)
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tahap selanjutnya setelah seleksi tenaga
kerja adalah menyiapkan program latihan bagi karyawan baru. Program latihan ini
dimaksudkan untuk melatih dan memberi bekal keterampilan bagi karyawan baru
yang belum berpengalaman. Program ini mempunyai fungsi yang cukup penting dalam
mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai dalam perusahaan. Program latihan,
dengan demikian perlu dipersiapkan dengan matang agar hasil yang dicapai tidak
menyimpang dari yang diharapkan.
Hal
yang paling awal dalam tahap persiapan ini adalah mencari dan memilih pelatih
(trainer). Pada perusahaan-perusahaan besar terdapat bagian khusus yang disebut
Bagian Latihan (Training Departement) yang dikepalai oleh seorang Kepala Bagian
Latihan (Training Director). Bagi perusahaan-perusahaan yang tidak mempunyai
trainers sendiri, hal ini dapat diserahkan pada lembaga-lembaga pendidikan dan
latihan yang khusus menyediakan untuk keperluan tersebut. Sebelum kita
membahasnya kita perlu memahami makna dan definisi dari pelatihan.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Definisi Pelatihan
2.
Manfaat Pelatihan
3.
Macam-macam Pelatihan
4.
Kategori Pelatihan
C.
Tujuan
Makalah
Adapun tujuan makalah ini adalah agar kita bisa lebih memahami
akan definisi peltihan, manfaat pelatihan, dan memperdalam tentang
metode-metode pelatihan beserta kategori-kategorinya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Memahami Pelatihan
1. Definisi
1. Definisi
Poerwadarminta (1984) memberikan arti kepada “pelatihan” sebagai pelajaran untuk membiasakan atau memperoleh sesuatu kecakapan.
Flippo (1961) menegaskan bahwa pelatihan pada dasarnya merupakan
suatu usaha pengetahuan dan kecakapan agar karyawan dapat mengerjakan suatu
pekerjaan tertentu. Berdasarkan kepada uraian di atas, pelatihan dapat
didefinisikan sebagai suatu kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan sengaja,
terorganisir dan sistematik di luar sistem persekolahan untuk memberikan dan
meningkatkan suatu pengetahuan dan keterampilan tertentu kepada kelompok tenaga
kerja tertentu dalam waktu yang relatif singkat dengan metode yang mengutamakan
praktek daripada teori, agar mereka memperoleh pengetahuan, sikap dan
keterampilan dalam memahami dan melaksanakan suatu pekerjaan tertentu dengan
cara yang efisien dab efektif.
2. Beberapa manfaat yang berharga dari pelatihan adalah sebagai berikut :
(1) Dapat memberikan
pengetahuan sikap dan keterampilan mengenai sesuatu pekerjaan;
(2) Dapat memberikan dasar
yang lebih luas bagi pendidikan lanjutan;
(3) Dapat menambah
pemahaman terhadap wawasan suatu pekerjaan;
(4) Dapat meningkatkan
keterampilan dalam suatu pekerjaan;
(5) Dapat menghasilkan
efisiensi dan efektivitas dalam mengerjakan suatu pekerjaan;
(6) Dapat memberikan rasa
puas terhadap suatu pekerjaan;
(7) Dapat memberikan rasa
sadar terhadap kesempatan-kesempatan untuk mencapai kemajuan;
(8) Dapat menambah perasaan
tanggung jawab terhadap suatu pekerjaan;
(9) Dapat menambah
kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber manusia atau materi yang belum di
manfaatkan;
(10) Dapat memperkecil kecelakaan dalam melakukan suatu pekerjaan;
(11) Dapat memberikan keterampilan untuk melakukan perbaikan dalam
suatu pekerjaan; (12) Dapat memberikan didikan untuk melakukan suatu pekerjaan
dengan cara yang iebih baik;
(13) Dapat meningkatkan
semangat kerja;
(14) Dapat meningkatkan
kualitas dan kuantitas produktivitas kerja;
(l5) Dapat me¬ngurangi
pengawasan terhadap suatu pekerjaan; dan
(16) Dapat meningkatkan
kestabilan dan keluwesan organisasi atau lembaga.
3. Bentuk
pelatihan dikategorikan kepada dua golongan, yaitu :
(1) Pelatihan yang didasarkan kepada lembaga pelatihan kerja
Lembaga Pelatihan Kerja yang
selanjutnya disebut LPK adalah suatu
lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat
diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.
(2) Pelatihan yang didasarkan kepada pekerjaan
adalah
keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta
mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja
pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan
kualifikasi kompentensi/jabatan/pekerjaan serta spesifik pekerjaan.
“Latihan dan pengembangan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai”.
4.
Kategori-kategori Keterampilan Karyawan
Kita dapat menggolongkan keterampilan
karyawan menjadi 3 kategori :
1. Keterampilan Teknis
Keterampilan ini merupakan pemahaman dan kecakapan melakukan
aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan bidang khusus atau pekerjaan
tertentu. Keahlian Teknis biasanya lebih banyak berhubungan dengan keahlian
tangan atau fisik lainya. Namun ada juga beberapa keahlian non-fisik yang
bersifat teknis, seperti keahlian teknis bagi seorang akuntan dan salesman.
Beberapa contoh keahlian teknis misalnya keterampilan membaca,
matematika/berhitung, dan komputer.
2. Keterampilan Antar-Pribadi (Human
Relation)
Sebagai
keterampilan untuk mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan
perilaku, serta keinginan orang lain. Bagaimana diri kita mampu membangun
hubungan yang harmonis dengan memahami dan merespon manusia atau orang lain.
Keterampilan interpersonal bukan
merupakan bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan, melainkan
merupakan ketrampilan yang bisa dipelajari.
Keterampilan
Antar Pribadi yang baik dapat dibangun antara lain:
·
Dari kemampuan mengembangkan perilaku dan
komunikasi
·
Menjadi pendengar yang baik
·
Menyampaikan ide-ide secara lebih jelas
·
Bagaimana mengurangi konflik
3. Keterampilan Menyelesaikan Masalah
Dalam
upaya memperbaiki kualitas karyawan dalam menyelesaikan masalah maka perlu
adanya pelatihan khusus yang diberikan perusahaan. Karena dalam suatu team
building/ team work yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat
keputusan-keputusan bila dibandingkan karyawan yang bertindak sendirian.
Pelatihan
ini mencakup ikut serta dalam kegiatan-kegiatan untuk mempertajam penalaran,
pemikiran, dan keterampilan-keterampilan untuk merumuskan masalah-masalah;
menilai penyebab; mengembangkan alternatif-alternatif dan membina kreatifitas;
menganalisis alternatif-alternatif dan memilih pemecahan-pemecahan.
Ada 4
metode kewenangan dalam memutuskan atau menyelesaikan masalah:
1. Kewenangan keputusan sebelum diskusi
2. Kewenangan keputusan setelah diskusi
3. Kewenangan sesuai kesepakatan
4. Kewenangan keputusan oleh para ahli
5.
Metode Pelatihan Yang Efektif bagi Karyawan
Untuk
mewujudkan nilai perusahaan, nilai omzet atau membangun perusahaan kearah lebih
baik, perusahaan bisa mewujudkannya dengan cara mengadakan pelatihan pada
karyawanya, baik karyawan yang masih baru maupun yang sudah senior. Untuk itu
perusahaan harus bisa membuat metode pelatihan agar semua peserta bisa
mendapatan pengetahuan dan mampu bekerja lebih baik sesuai dengan keinginan
perusahaan.
Banyak
metode yang bisa digunakan untuk pelatihan karyawan
Salah
satunya adalah:
·
Metode On the Job Training / Pelatihan
Ditempat Kerja
Dalam
setiap recruitmen baru, perusahaan akan melakukan training pada karyawan baru,
pelatihan ini adalah pelatihan yang sangat simple dan efektif. Tetapi pelatihan
di tempat kerja akan mengganggu tempat kerja itu dan menyebabkan naiknya
kesalahan-kesalahan pada saat pelajaran berlangsung. Bagusnya ,peserta bisa
mengamati langsung, mempelajari dan bertanya ketika tidak bisa mengikuti
pelajaran. Metode ini memakan waktu antara 1-3 minggu tergantung dari kecakapan
pesertanya. Sekarang banyak perusahaan yang sudah memakai metode ini dalam open
recruitmen.
Karyawan
baru bisa memepelajari tugas-tugas mereka dengan belajar dibawah bimbingan
seorang veteran atau senior yang sudah berpengalaman.
·
Metode Demonstrasi
Dalam
metode pelatihan ini, seorang leader akan memperagakan bagaimana bekerja yang
tepat atau hal baik yang bisa mengubah karyawan. Metode ini cukup sederhana dan
bisa dilakukan seorang pimpinan kepada karyawan. Biasanya film dan video bisa
juga digunakan untuk mendemonstrasikan keterampilan-keterampilan teknis secara
tegas.
·
Metode Pelatihan Diluar
Pekerjaan
Metode pelatihan yang efektif ini
memberikan kesempatan pada peserta untuk mendapatkan ilmu dalam suatu kelas tertentu
seperti kuliah singkat maupun studi kasus, dan latihan-latihan simulasi.
Ceramah dikelas dapat digunakan secara efektif untuk mengembangkan keterampilan
teknis dalam penyelesaian masalah selain melalui pelatihan-pelatihan simulasi
seperti analisis kasus, pelatihan-pelatihan pengalaman, permainan peran, dan
pelajaran interaksi kelompok.
Ada juga pelatihan ruang depan(
vestibule training), dimana karyawan mempelajari pekerjaan mereka pada
peralatan yang sama yang akan mereka pergunakan , tapi lingkungan itu dilakukan
dilingkungan kerja yang dibuat sendiri , dan bukan dalam lingkungan kerja yang
sebenarnya.
B.
Kesimpulan
Pelatihan bertujuan untuk
menambah keterampilan dan pengetahuan dengan cara efisien dan efektif. Bagi
perusahaan pelatihan karyawan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dalam
hal manajerial perusahaan, dan kecintaan kepada pekerjaan karyawan. Karena
semakin kita terampil semakin kita akan merasa bangga dan merasa memiliki dan
cinta akan perusahaan.
Dengan banyak metode
pelatihan yang diterapkan maka metode pelatihan sangat berbeda dari perusahaan
satu dengan yang lain sesuai kebutuhanya. Dari situ peran pemimpin atau mentor sangat
dibutuhkan dalam pelatihan tersebut. Apabila perusahaan tidak mempunyai cukup memadai
untuk sarana prasaran perusahaan maka diharapkan perusahaan itu bekerja sama
dalam hal pelatihan dengan suatu lembaga pelatihan kerja yang sudah ada.
BAB
III
PENUTUP
Demikianlah
yang dapat kami sampaikan mengenai materi kami “Practicing The Skill” yang
menjadi bahasan dalam makalah kami tentunya banyak kekurangan dan kelemahan
karena terbatasnya pengetahuan dan referensi yang kami peroleh. Maka dari itu
kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dan penulisan kata dari kami yang
kurang jelas. Dengan itu kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi
pembaca dan khususnya kepada penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar