Selasa, 14 Oktober 2014

MAKALAH PRACTICING THE SKILL



STIE.jpeg


Oleh :
Abram Yanuar (32753)
Emay Dian Anggraeny (32754)
Riskawati (32755)
Dyah Ayu Maharani (32757)
Yuliana Dwi Putri Uis Loim (32758)
Sidharta W (32759)
Ignasius Yudhistira (32760)
Rajifah Ainiah (32762)



BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Tahap selanjutnya setelah seleksi tenaga kerja adalah menyiapkan program latihan bagi karyawan baru. Program latihan ini dimaksudkan untuk melatih dan memberi bekal keterampilan bagi karyawan baru yang belum berpengalaman. Program ini mempunyai fungsi yang cukup penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai dalam perusahaan. Program latihan, dengan demikian perlu dipersiapkan dengan matang agar hasil yang dicapai tidak menyimpang dari yang diharapkan.
Hal yang paling awal dalam tahap persiapan ini adalah mencari dan memilih pelatih (trainer). Pada perusahaan-perusahaan besar terdapat bagian khusus yang disebut Bagian Latihan (Training Departement) yang dikepalai oleh seorang Kepala Bagian Latihan (Training Director). Bagi perusahaan-perusahaan yang tidak mempunyai trainers sendiri, hal ini dapat diserahkan pada lembaga-lembaga pendidikan dan latihan yang khusus menyediakan untuk keperluan tersebut. Sebelum kita membahasnya kita perlu memahami makna dan definisi dari pelatihan.

B.   Rumusan Masalah

1.                   Definisi Pelatihan
2.                   Manfaat Pelatihan
3.                   Macam-macam Pelatihan
4.                   Kategori Pelatihan

C.   Tujuan Makalah

Adapun tujuan makalah ini adalah agar kita bisa lebih memahami akan definisi peltihan, manfaat pelatihan, dan memperdalam tentang metode-metode pelatihan beserta kategori-kategorinya.
BAB II
PEMBAHASAN

A.  Memahami Pelatihan
1. Definisi

Poerwadarminta (1984) memberikan arti kepada “pelatihan” sebagai pelajaran untuk membiasakan atau memperoleh sesuatu kecakapan.
Flippo (1961) menegaskan bahwa pelatihan pada dasarnya merupakan suatu usaha pengetahuan dan kecakapan agar karyawan dapat mengerjakan suatu pekerjaan tertentu. Berdasarkan kepada uraian di atas, pelatihan dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan sengaja, terorganisir dan sistematik di luar sistem persekolahan untuk memberikan dan meningkatkan suatu pengetahuan dan keterampilan tertentu kepada kelompok tenaga kerja tertentu dalam waktu yang relatif singkat dengan metode yang mengutamakan praktek daripada teori, agar mereka memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam memahami dan melaksanakan suatu pekerjaan tertentu dengan cara yang efisien dab efektif.

2. Beberapa manfaat yang berharga dari pelatihan adalah sebagai berikut :

(1)  Dapat memberikan pengetahuan sikap dan keterampilan mengenai sesuatu pekerjaan;
(2)  Dapat memberikan dasar yang lebih luas bagi pendidikan lanjutan;
(3)  Dapat menambah pemahaman terhadap wawasan suatu pekerjaan;
(4)  Dapat meningkatkan keterampilan dalam suatu pekerjaan;
(5)  Dapat menghasilkan efisiensi dan efektivitas dalam mengerjakan suatu pekerjaan;
(6)  Dapat memberikan rasa puas terhadap suatu pekerjaan;
(7)  Dapat memberikan rasa sadar terhadap kesempatan-kesempatan untuk mencapai kemajuan;
(8)  Dapat menambah perasaan tanggung jawab terhadap suatu pekerjaan;
(9)   Dapat menambah kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber manusia atau materi yang belum di manfaatkan;
(10) Dapat memperkecil kecelakaan dalam melakukan suatu pekerjaan;
(11) Dapat memberikan keterampilan untuk melakukan perbaikan dalam suatu pekerjaan; (12) Dapat memberikan didikan untuk melakukan suatu pekerjaan dengan cara yang iebih baik;
(13)  Dapat meningkatkan semangat kerja;
(14)  Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produktivitas kerja;
(l5)   Dapat me¬ngurangi pengawasan terhadap suatu pekerjaan; dan
(16)  Dapat meningkatkan kestabilan dan keluwesan organisasi atau lembaga.







3. Bentuk pelatihan dikategorikan kepada dua golongan, yaitu :

(1)   Pelatihan yang didasarkan kepada lembaga pelatihan kerja

Lembaga Pelatihan Kerja yang selanjutnya disebut LPK adalah suatu lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.

(2)   Pelatihan yang didasarkan kepada pekerjaan

adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompentensi/jabatan/pekerjaan serta spesifik pekerjaan.

“Latihan dan pengembangan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai”.

4.    Kategori-kategori Keterampilan Karyawan
Kita dapat menggolongkan keterampilan karyawan menjadi 3 kategori :
1.      Keterampilan Teknis
Keterampilan ini merupakan pemahaman dan kecakapan melakukan aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan bidang khusus atau pekerjaan tertentu. Keahlian Teknis biasanya lebih banyak berhubungan dengan keahlian tangan atau fisik lainya. Namun ada juga beberapa keahlian non-fisik yang bersifat teknis, seperti keahlian teknis bagi seorang akuntan dan salesman. Beberapa contoh keahlian teknis misalnya keterampilan membaca, matematika/berhitung, dan komputer.
2.      Keterampilan Antar-Pribadi (Human Relation)
Sebagai keterampilan untuk mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, serta keinginan orang lain. Bagaimana diri kita mampu membangun hubungan yang harmonis dengan memahami dan merespon manusia atau orang lain. Keterampilan interpersonal bukan merupakan bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan, melainkan merupakan ketrampilan yang bisa dipelajari.
Keterampilan Antar Pribadi yang baik dapat dibangun antara lain:
·         Dari kemampuan mengembangkan perilaku dan komunikasi
·         Menjadi pendengar yang baik
·         Menyampaikan ide-ide secara lebih jelas
·         Bagaimana mengurangi konflik


3.      Keterampilan Menyelesaikan Masalah
Dalam upaya memperbaiki kualitas karyawan dalam menyelesaikan masalah maka perlu adanya pelatihan khusus yang diberikan perusahaan. Karena dalam suatu team building/ team work yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat keputusan-keputusan bila dibandingkan karyawan yang bertindak sendirian.
Pelatihan ini mencakup ikut serta dalam kegiatan-kegiatan untuk mempertajam penalaran, pemikiran, dan keterampilan-keterampilan untuk merumuskan masalah-masalah; menilai penyebab; mengembangkan alternatif-alternatif dan membina kreatifitas; menganalisis alternatif-alternatif dan memilih pemecahan-pemecahan.
Ada 4 metode kewenangan dalam memutuskan atau menyelesaikan masalah:
1.      Kewenangan keputusan sebelum diskusi
2.      Kewenangan keputusan setelah diskusi
3.      Kewenangan sesuai kesepakatan
4.      Kewenangan keputusan oleh para ahli

5.    Metode Pelatihan Yang Efektif bagi Karyawan
Untuk mewujudkan nilai perusahaan, nilai omzet atau membangun perusahaan kearah lebih baik, perusahaan bisa mewujudkannya dengan cara mengadakan pelatihan pada karyawanya, baik karyawan yang masih baru maupun yang sudah senior. Untuk itu perusahaan harus bisa membuat metode pelatihan agar semua peserta bisa mendapatan pengetahuan dan mampu bekerja lebih baik sesuai dengan keinginan perusahaan.
Banyak metode yang bisa digunakan untuk pelatihan karyawan
Salah satunya adalah:
·         Metode On the Job Training / Pelatihan Ditempat Kerja
Dalam setiap recruitmen baru, perusahaan akan melakukan training pada karyawan baru, pelatihan ini adalah pelatihan yang sangat simple dan efektif. Tetapi pelatihan di tempat kerja akan mengganggu tempat kerja itu dan menyebabkan naiknya kesalahan-kesalahan pada saat pelajaran berlangsung. Bagusnya ,peserta bisa mengamati langsung, mempelajari dan bertanya ketika tidak bisa mengikuti pelajaran. Metode ini memakan waktu antara 1-3 minggu tergantung dari kecakapan pesertanya. Sekarang banyak perusahaan yang sudah memakai metode ini dalam open recruitmen.
Karyawan baru bisa memepelajari tugas-tugas mereka dengan belajar dibawah bimbingan seorang veteran atau senior yang sudah berpengalaman.

·         Metode Demonstrasi
Dalam metode pelatihan ini, seorang leader akan memperagakan bagaimana bekerja yang tepat atau hal baik yang bisa mengubah karyawan. Metode ini cukup sederhana dan bisa dilakukan seorang pimpinan kepada karyawan. Biasanya film dan video bisa juga digunakan untuk mendemonstrasikan keterampilan-keterampilan teknis secara tegas.
·         Metode Pelatihan Diluar Pekerjaan

Metode pelatihan yang efektif ini memberikan kesempatan pada peserta untuk mendapatkan ilmu dalam suatu kelas tertentu seperti kuliah singkat maupun studi kasus, dan latihan-latihan simulasi. Ceramah dikelas dapat digunakan secara efektif untuk mengembangkan keterampilan teknis dalam penyelesaian masalah selain melalui pelatihan-pelatihan simulasi seperti analisis kasus, pelatihan-pelatihan pengalaman, permainan peran, dan pelajaran interaksi kelompok.
Ada juga pelatihan ruang depan( vestibule training), dimana karyawan mempelajari pekerjaan mereka pada peralatan yang sama yang akan mereka pergunakan , tapi lingkungan itu dilakukan dilingkungan kerja yang dibuat sendiri , dan bukan dalam lingkungan kerja yang sebenarnya.

B.  Kesimpulan
Pelatihan bertujuan untuk menambah keterampilan dan pengetahuan dengan cara efisien dan efektif. Bagi perusahaan pelatihan karyawan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dalam hal manajerial perusahaan, dan kecintaan kepada pekerjaan karyawan. Karena semakin kita terampil semakin kita akan merasa bangga dan merasa memiliki dan cinta akan perusahaan.
Dengan banyak metode pelatihan yang diterapkan maka metode pelatihan sangat berbeda dari perusahaan satu dengan yang lain sesuai kebutuhanya. Dari situ peran pemimpin atau mentor sangat dibutuhkan dalam pelatihan tersebut. Apabila perusahaan tidak mempunyai cukup memadai untuk sarana prasaran perusahaan maka diharapkan perusahaan itu bekerja sama dalam hal pelatihan dengan suatu lembaga pelatihan kerja yang sudah ada.

BAB III
PENUTUP


Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi kami “Practicing The Skill” yang menjadi bahasan dalam makalah kami tentunya banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya pengetahuan dan referensi yang kami peroleh. Maka dari itu kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dan penulisan kata dari kami yang kurang jelas. Dengan itu kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan khususnya kepada penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar