Jumat, 17 Oktober 2014

TUGAS STUDENT DAY "THOUGHT"

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Pada zaman modernisasi saat ini ilmu logika adalah suatu sub pikiran yang bisa dibilang dominan dalam kehidupan di mayarakat.Ilmu logika merupakan merupakan pola pikir pasti dan secara nyata. Didalam ilmu logika, pasti di dalamnya akan ditemukan yang namanya pemikiran, pernyataan atau penalaran. Dengan kata lain dalam ilmu logika akan dijumpai masalah tentang hal tersebut. Pada dasarnya yang namanya pemikiran merupakan kegiatan atau langkah kedua dalam pembahasan ilmu logika. Pembahasan tentang masalah pemikiran ini biasanya disebut dengan pemikiran. Pemikiran merupakan suatu imajinasi yang dimilki seseorang yang berguna untuk mengembangkan kemampuan diri melalui pola pikir. Pola pikir masyarakat pada zaman sekarang cenderung konsumtif dan tidak mau berfikir kreatif. Padahal pada dasarnya setiap indivudu memiliki tingkat kreatifitas dan pola pikir yang menarik antara individu satu dengan individu lainnya. Tidak hanya itu masyarakat saat ini juga terlalu sangat apatis dengan lingkunganya, sehingga tak heran banyak timbul permasalahan yang ada karena adanya sikap apatis tersebut. Masyarakat apatis adalah yang mempunyai pemikiran yang kurang luas dan mengglobal yang hanya berfikir untuk kesenangan dan tidak memikirkan apa dampak dari semua itu. Dari permasalahan tersebut ada efek dominan dan efek sampingan. Efek sampingan dari pola pikir yang baik dan mengglobal adalah kita dapat memberikan konstribusi baik dan bermanfaat bagi lingkungan. Sedangkan efek dominannya kita dapat selalu memiliki ide-ide  dan pola pikir yang cermerlang untuk kedepanya.

Untuk mengembangkan dan mengasah agar pola pikir kita menjadi selalu cemerlang dan kreatif banyak hal yg perlu dilakukan. Salah satunya adalah melalukan tindakan yang positif dalam setiap hal yang kita lakukan dalam kegiatan sehari-hari maupun kegiatan non sehari-hari. Untuk melalukan semua itu tentu dalam diri kita perlu adanya motivasi atau dorongan yang sangat kuat guna untuk mencapai semua yang kita inginkan. Maka dalam diri kita perlu memiliki gagasan atau pola pikir yang sangat kreatif. Langkah yang sangat jitu untuk mengembangkan motivasi dalam diri kita adalah, kita harus selalu yakin dan harus bisa menghargai diri kita terlebih dahulu.Karena didalam diri kita terdapat banyak potensi dan pola pikir yang sangat kreatif. Tanpa kita ketahui sebenarnya didalam diri kita banyak menyimpan potensi yang terpendam yang tidak kita ketahui sebelumnya. Maka dengan itu kita perlu belajar  dan menerapkan nilai-nilai ATTITUDE  didalam diri kita. Salah satu nilai yang perlu kita kembangkan dan contoh adalah “THOUGHT”. Thought merupakan suatu pola pikir kreatif dan konstruktif guna mengembangkan potensi yang kita miliki. Melalui nilai-nilai yang terdapat pada Thought diharapkan bisa membuat diri kita menjadi sosok pribadi yang kreatif serta memiliki tingkat imajinasi yang tinggi.

B. Rumusan Masalah


0.               Apa pengertian dari kreativitas?
1.               Apa saja ciri-ciri orang yang memiliki kreatifitas?
2.               Apa saja yang mempengaruhi faktor-faktor tumbuhnya kreatifitas?
3.               Apa pengertian  konstruktif?
4.               Bagaimana Mengetahui apa saja manfaat berfikir konstruktif?
5.               Mengapa mahasiswa wajib memiliki sikap kreatif dan konstruktif?

C.    Tujuan

1.                Memahami pengertian kreativitas 
2.                Mengetahui ciri-ciri orang yang memilki kreatifitas
3.                Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuhnya kreatifitas
4.                Memahami pengertian  konstruktif
5.                Mengetahui apa saja manfaat berfikir konstruktif
6.                Mengetahui kewajiban mahasiswa memiliki sikap kreatif dan konstruktif




BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Kreatifitas 

Kreatifitas memiliki berbagai arti, menurut kamus besar bahasa Indonesia, kreatif adalah memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; bersifat (mengandung) daya cipta. Sedangkan kreatifitas adalah kemampuan untuk mencipta; daya cipta; perihal berkreasi; dan kekreatifan.

Daya cipta atau kreatifitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdayacipta (creative thinking) (kadang disebut pemikiran bercabang) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Daya cipta di masa kini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor: keturunan dan lingkungan.

Conny Semiawan mengatakan Kreatifitas merupakan ekspresi tertinggi dan yang bersifat terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia seperti rasio, intuisi, rasa dan talen cipta. (Perspektif     Pendidikan Anak Berbakat, hal, 51-52). Sedangkan Utami Munandar menyimpulkan konsep kreativitas dengan pendekatan Empat P, Yaitu: Pribadi, Proses, Produk, dan Pendorong. Yang  pengertian definisinya sebagai berikut:

a.      Definisi Pribadi: kreatifitas muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. (Hulbeck). Kreatifitas merupakan titik pertemuan yang khas antara 3 atribut psikologis: intelegensi, gaya kognitif, kepribadian /motivasi. (Sternberg).
b.     Definisi Proses: Kreatifitas nampak di dalam cara menemukan masalah, kesulitan, informasi yang salah, unsur-unsur yang salah, hingga menyampaikan hasilnya.
c.      Definisi Produk: Kreatifitas menekankan unsur orisinalitas, kebaruan, dan kebermaknaan: Barron dan Vernon menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru. Ditambahkan oleh Haefele bahwa produknya tidak harus slalu baru tetapi kombinasinya. Munandar menambahkan bahwa produknya harus mempunyai makna sosial. (1980).
d.     Definisi Pendorong: Kreatifitas menekankan pada faktor pendorong internal yaitu diri sendiri dan eksternal, yaitu lingkungan sosial dan psikologis. Faktor internal termasuk motivasi intrinsik (pendorong internal). Dan lingkungan sosial yang kondusif (pendorong eksternal). (Munandar, 1999:28.29).

Dilihat dari bebagai pengertian kreatifitas di atas, dapat disimpulkan bahwa kreatifitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk aptitude (berpikir kreatif) maupun non aptitude (Afektif), baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

B.    Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Sifat Kreatif

a.      Kelancaran berpikir (Fluency): mencetuskan banyak gagasan, jawaban, pertanyaan. Selalu memikirkan lebih dari satu jawaban. Anak yang memiliki kelancaran berpikir akan mengajukan banyak pertanyaaan, menjawab dengan sejumlah jawaban, banyak gagasan, bekerja lebih cepat dari anak-anak lain, cepat melihat kesalahan pada obyek atau orang lain.
b.     Mampu berpikir luwes (fleksible): menghasilkan jawaban yang bervariasi, melihat masalah dari berbagai pandangan, banyak alternatif, mampu mengubah cara berpikir dan pendekatan. Anak yang mampu berpikir luwes akan memberikan beragam penggunaan yang tidak lazim, macam-macam penafsiran terhadap suatu gambar atau obyek, posisi sering bertentangan dengan mayoritas, mampu mengubah arah berpikir secara spontan.
c.      Mampu berpikir orisinal (originalitas): mampu  melahirkan ungkapan yang baru dan unik, memikirkan cara yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.

o        Selain ciri-ciri anak kreatif di atas, Guilford mendeskripsikan 5 ciri kreatifitas :

§  Kelancaran : Kemampuan memproduksi banyak ide.
§  Keluwesan : Kemampuan untuk mengajukan bermacam-macam pendekatan jalan pemecahan masalah.
§  Keaslian : Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinil sebagai hasil pemikiran sendiri.
§  Penguraian : Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci.
§  Perumusan Kembali : Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara yang berbeda dengan yang sudah lazim.

o       Wallas dalam bukunya “The Art of Thought” menyatakan bahwa proses kreatif meliputi 4 tahap :

§  Tahap Persiapan, memperisapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data/ informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, bertanya kepada orang lain.
§  Tahap Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar.
§  Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru.
§  Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhadap realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi (pemikiran kritis).

C.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuhnya Kreativitas
Kreativitas tidak saja bergantung kepada potensi bawaan yang khusus, tetapi juga pada perbedasan mekanisme mental yang menjadi sasaran untuk mengungkapkan sifat bawaan. Mekanisme bawaan ini dihasilkan oleh suatu tipe adaptasi awal. Jadi faktor-faktor yang mempengaruhi disini adalah:
  1. Dorongan, terlepas dari seberapa jauh potensi anak memenuhi standar orang dewasa, mereka harus didorong untuk kreatif dan bebas dari menentukan masa depannya sendiri.
  2. Sarana, harus disediakan untuk meransang melakukan eksprimen dan eksplorasi yang merupakan unsur penting dalam kreatifitas.
  3. Lingkungan yang merangsang. Lingkungan keluarga dan sekolah harus merangsang kreatifitas dengan memberi bimbingan dan dorongan untuk menggunakan sarana yang akan mendorong kreatifitas. Ini harus dilakukan sedini mungkin agar menjadikan remaja yang kreatif.
  4. Kesemapatan, untuk memperoleh pengetahuan agar dapat berkembang pikiran yang positif.
  5. Dari segi waktu, untuk menjadi kreatif harus diberi waktu dalam mengembangkan gagasan-gagasan yang ada pada remaja tersebut.
D.     Pengertian Konstruktif
Pengertian berpikir sebagai sebuah proses dimana representasi mental baru dibentuk melalui transformasi informasi dengan interaksi yang komplek atribut-atribut mental seperti penilaian, abstraksi, logika, imajinasi, dan pemecahan masalah.
Berpikir konstruktif, adalah membangun kesadaran yang bersifat membina, membangun dan memperbaiki, sehingga kita tidak tenggelam dalam situasi pesimis dan ketakutan yang beralasan.





E.    Manfaat Berpikir Konstruktif
  1. Menjadi lebih sehat : Pikiran kita secara langsung mempengaruhi tubuh dan bagaimana cara bekerjanya. Ketika mengganti pikiran negatif dengan ketenangan, kepercayaan dan kedamaian, bukannya dengan kebencian, kecemasan, dan kekhawatiran, maka Anda akan merasakan kesejahteraan. Dan ini berarti Anda tidak mengalami gangguan saat tidur, tidak merasakan ketegangan otot, kecemasan, dan kelelahan. Orang-orang yang berpikir negatif lebih mudah terkena depresi.
  2. Percaya diri : Dengan berpikir positif, maka Anda lebih percaya diri dan tidak untuk mencoba menjadi orang lain. Jika Anda tidak percaya diri Anda tidak akan pernah mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
  3. Bisa mengambil keputusan yang benar : Berpikir positif mencegah Anda memilih keputusan yang salah atau melakukan hal yang bodoh yang kemudian Anda sesali. Berpikir positif membuat Anda memilih keputusan dengan cepat.
  4. Meningkatkan fokus : Menggunakan pikiran positif membantu Anda lebih fokus saat menghadapi masalah. Jika Anda berpikir negatif akan membuang-buang waktu, dan energi Anda.
  5. Bisa mengatur waktu lebih baik : Dengan meningkatnya fokus serta kemampuan membuat keputusan yang lebih baik, Anda akan lebih terorganisir. Ini akan membantu Anda mendapatkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan orang yang Anda cintai.
  6. Lebih sukses dalam hidup : Sikap positif tak hanya bisa meningkatkan fokus Anda dan lebih bisa mengatur waktu dengan baik tetapi mengarahkan Anda pada kebahagian dan keberhasilan saat mengubah hidup Anda.
  7. Memiliki banyak teman : Ketika berpikir, Anda akan menarik perhatian orang-orang dan ketika orang-orang tersebut dekat dengan Anda mereka akan merasa nyaman.
  8. Menjadi pemberani : Ketakutan berasal dari pikiran negatif. Menjadi pemikir positif menghilangkan rasa takut. Keberanian berasal dari kenyataan bahwa Anda tetap positif Anda akan tahu bahwa apapun yang terjadi dalam hidup Anda, Anda dapat menghadapinya.
  9. Hidup lebih bahagia:  Percaya diri merupakan suatu fakta bahwa Anda bahagia menjadi diri Anda sendiri dan tidak mencoba untuk menjadi orang lain. Jika Anda memiliki semangat berpikir positif, Anda selalu mengantisipasi hidup bahagia, damai, tawa, kesehatan yang baik dan kesuksesan finansial.


F.               Kewajiban Mahasiswa Memiliki Sikap Kreatif dan Konstruktif
Dalam sebuah dunia perkuliahan terdapat budaya akademik yang harus dimiliki mahasiswa. Budaya akademik merupakan sebuah hal yang harus dimiliki seseorang yang menuntut ilmu. Dalam dunia perkuliahan budaya akademik wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa karena merupakan sebuah dasar yang akan nantinya memiliki manfaat kedepannya. Hal ini memiliki manfaat yang besar baik bagi personal maupun kepada masyarakat luas.
Budaya akademik sendiri memiliki 13 unsur didalamnyya yang meliputi, kritis, kreatif, objektif, analitis, konstruktif, dinamis, dialogis, bersedia dikritik, menghargai prestasi akademik, bebas dari prasangka, menghargai waktu, memiliki dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah. Semua unsur inilah yang wajib dipelajari bahkan diterapkan oleh mahasiswa.
Dari 13 unsur budaya diatas ada beberapa unsur yang menarik untuk dibahas yaitu mengenai konstruktif dan dialogis. Yang pertama adalah konstruktif. Konstruktif adalah sebuah sikap dimana kita harus memiliki jiwa membangun untuk diri sendiri ataupun orang lain. Unsur ini sangatlah sulit ditemukan di jaman ini karena berbagai faktor. Mungkin ada disini mahasiswa-mahasiswa yang memiliki unsur konstriktif dimana dia selalu membangun baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan.
Konstruktif sendiri dapat juga diambil contoh ketika kita sedang dalam diskusi namun mencapai kebuntuan, inilah peluang kita untuk memberi masukan-masukan atau ide-ide membangun. Konstruktif sendiri bisa juga dibilang sebagai penyemangat dalam arti ketika teman atau kerabat kita sedang dirundung duka kita gunakan unsur ini seperti menghibur atau memberi semangat dengan begitu unsur konstruktif memiliki banyak efek dikalangan mana saja terutama dalam perkuliahan.







BAB III
PENUTUPAN

·KESIMPULAN
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk aptitude (berpikir kreatif) maupun non aptitude (Afektif), baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Antara kecerdasan dengan kerativitas memiliki keterkaitan, dan menimbulkan istilah baru yang disebut kecerdasan kreativitas (creativity quotient).
Creative Intelligence menyangkut kemampuan untuk belajar dan menggunakan apa yang telah dipelajari dalam usaha penyesuaian terhadap situasi-situasi yang kurang dikenal, atau dalam pemecahan masalah-masalah. manusia yang belajar sering menghadapi situasi-situasi baru serta permasalahan. hal itu memerlukan kemampuan individu yang belajar untuk menyesuaikan diri serta memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi. Kecerdasan kretivitas (CQ) yang dimiliki seseorang juga sama seperti jenis kreativitas yang lain, dapat diukur. Jenis pengukuran yang dilakukan pada intinya untuk menilai empat hal yang dimiliki oleh seseorang, yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility)¸ orisinalitas (originality) dan elaborasi (elaborations). Perbedaan tes inteligensi dengan tes creativitas, yaitu pada kriteria jawaban. Tes inteligensi menguji kemampuan berpikir memusat (konvergen), karena itu ada jawaban benar dan salah, sedangkan tes creativitas menguji berpikir menyebar (divergen) dan tidak ada jawaban benar atau salah.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar