Apakah perlu team building dalam sebuah perusahaan? Team
building adalah proses dimana membantu sebuah team dalam membentuk kesinergian
dalam mencapai goals dan tujuan yang dibuat oleh team tersebut. Banyak yang
salah tanggap tentang team buiding ini sendiri.
Mengerti arti team building dimana sebuah team tahu
proses yang harus dilalui dalam mencapai kesepakatan dalam membuat keputusan.
Dimana juga disini memerlukan interact antar sesama team member. Dengan adanya
interaksi dalam team, mereka dapat mengenal satu sama lain dan membangun suatu
hubungan. Ini berguna dalam mengambil keputusan. Team building yang baik adalah
dimana leader dapat membentuk teamnya dalam sebuah team yang bersama-sama dapat
mencapai goals yang sudah ditentukan.
Komitmen juga diperlukan dalam sebuah team. Komitmen
membuat team members memiliki rasa kepemilikan akan team tersebut dimana tidak
ada “aku” dalam team. Team members juga dengan sendirinya akan sadar mereka
juga harus berjalan menuju goals yang mereka tentukan. Dalam team building ini
juga, kepercayaan dalam team members terbangun dan dapat memotivasi satu sama
lain.
Leaders harus mengetahui bagaimana cara menyampaikan team
building ini sendiri. Membangun teamwork atmosphere diperlukan dalam team
building. Seperti kita tau, tiap perusahaan memang terjadi suatu persaingan
yang ketat. Kebanyakan sebuah perusahaan melihat performa karyawannya secara
individu jadi memungkinkan mereka berpikir untuk apa untuk mengikuti team
building. Sehingga inilah yang membuat leaders sulit dalam mengembangkan team
mereka. Jadi bangunlah atmosfer kerjasama yang baik dalam perusahaan.
Manfaat team building :
1. Dapat membangun
komunikasi yang baik antara team members dan atasan.
2. Meningkatkan suatu produktivitas dan kreativitas sebuah team.
3. Team members termotivasi untuk mencapai goals yang sudah ditentukan.
4. Membentuk kerjasama dan penyatuan dalam memecahkan masalah.
5. Kepuasan dan komitmen pada pekerjaan meningkat.
6. Kepercayaan dan support meningkat.
7. Dapat menyatukan karyawan yang berbeda-beda.
8. Memperjelas pekerjaan masing-masing.
9. Memperlancar jalannya peraturan dan prosedur yang ada.
2. Meningkatkan suatu produktivitas dan kreativitas sebuah team.
3. Team members termotivasi untuk mencapai goals yang sudah ditentukan.
4. Membentuk kerjasama dan penyatuan dalam memecahkan masalah.
5. Kepuasan dan komitmen pada pekerjaan meningkat.
6. Kepercayaan dan support meningkat.
7. Dapat menyatukan karyawan yang berbeda-beda.
8. Memperjelas pekerjaan masing-masing.
9. Memperlancar jalannya peraturan dan prosedur yang ada.
Leaders harus memulai ke bawah membangun hubungan dengan
karyawannya. Ciptakan hubungan yang baik antar sesama dan team building dalam
team pun akan menjadi lebih mudah. Yang paling penting adalah bangun hubungan
dengan kepercayaan dan kesetiaan dibanding dengan ketakutan karyawan terhadap
leaders.
Bagaimana cara membangun team building yang efektif?
1. Anggaplah semua ide yang dilontarkan oleh team member
sebagai suatu masukan. Dengan demikian karyawan Anda akan merasa dihargai pendapatnya.
2. Terbukalah dengan team
members Anda untuk dapat mengenali mood dan karakter mereka masing-masing.
Berhati-hatilah dengan perkataan atau perasaan yang tidak terungkapkan.
3. Sebagai leaders, Anda berperan sebagai penengah team
members Anda. Bantu selesaikan konflik yang ada.
4. Berhati-hati dalam berkomunikasi dan dalam memilih kata-kata yang digunakan. Pastikan Anda mengenali cara komunikasi team Anda.
4. Berhati-hati dalam berkomunikasi dan dalam memilih kata-kata yang digunakan. Pastikan Anda mengenali cara komunikasi team Anda.
5. Bangun komunikasi antar members dengan baik sehingga
members pun dapat berkomunikasi dengan baik demi masalah pekerjaan. Leaders
juga harus bisa membangun suasana dimana members bisa mendengarkan satu sama
lain dan brainstorming. Terkadang banyak karyawan yang belum tersampaikan
ide-idenya sehingga mereka cuma menjadi “Yes” man. Jangan membuat team Anda
seperti itu, ajarkan untuk berdiskusi untuk semua hal dan dapat menerima opini
orang lain.
6. Bangun kepercayaan dan kerjasama sesama members agar
mereka dapat menyelesaikan kendala yang ditemukan dalam pekerjaan Anda. Dan
juga dalam team sendiri mereka belajar untuk berbagi informasi demi goals
mereka.
7. Tekankan values dan goals team. Evaluasi dan feedback
terhadap performa mereka satu team. Ini dapat meningkatkan performa
masing-masing individu dan diharapkan dapat mempengaruhi satu team.
Masih banyak cara dalam membuat team building sukses, ini
dapat disesuaikan dengan keadaan perusahaan Anda. Pastikan Anda sebagai leader
dapat membangun hubungan yang baik dengan bawahan Anda dan jalin komunikasi
yang baik pula. Team building sangat diperlukan jika perusahaan Anda terlihat
chaos, dalam arti sumber daya alam Anda sudah tidak berproduktif, banyak
konflik yang terjadi dan belum terselesaikan, dan bisa juga kurang termotivasi
dalam mencapai target. Pastikan Anda sebagai atasan menciptakan suasana yang
penuh dengan tantangan dan bersahabat kepada karyawan Anda. Bisa dipastikan
karyawan Anda juga bisa lebih produktif lagi.
Leaders dapat membuat outbound atau outing untuk team nya
untuk membangun pengenalan akan satu sama lain agar kekompakan
sebuah team tercipta dan dapat membawa keuntungan untuk perusahaan.
Kategori-kategori Keterampilan Karyawan
Kita dapat
menggolongkan keterampilan karyawan menjadi 3 kategori :
1. Keterampilan Teknis
Keterampilan ini merupakan
pemahaman dan kecakapan melakukan aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan
bidang khusus atau pekerjaan tertentu. Keahlian Teknis biasanya lebih
banyak berhubungan dengan keahlian tangan atau fisik lainya. Namun ada juga
beberapa keahlian non-fisik yang bersifat teknis, seperti keahlian teknis bagi
seorang akuntan dan salesman. Beberapa contoh keahlian teknis misalnya keterampilan
membaca, matematika/berhitung, dan komputer.
Contoh keahlian teknis yang
dimiliki seseorang dalam bidangnya masing-masing: ahli bedah, ahli teknik,
pemain musik, pemain sepak bola, akuntan, ahli komputer, artis penyanyi, dan
sebagainya.
Contoh keterampilan teknis yang harus dikuasai oleh seorang karyawan akuntansi, mampu membuat : jurnal, rugi laba, neraca, dan sebagainya.
Contoh keterampilan teknis yang harus dikuasai oleh seorang supervisor IT meliputi : pemrograman, instalasi sistem komputer, pemeliharaan hardware komputer, dan sebagainya.
Contoh keterampilan teknis yang harus dikuasai oleh seorang sales, misalnya: teknik presentasi, teknik negosiasi, teknik closing, teknik mengatasi pelanggan yang marah, teknik mempengaruhi konsumen.
2. Keterampilan Antar-Pribadi
(Interpersonal –skill)
Sebagai keterampilan untuk mengenali dan
merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, serta keinginan orang lain.
Bagaimana diri kita mampu membangun hubungan yang harmonis dengan memahami dan
merespon manusia atau orang lain. Keterampilan interpersonal bukan merupakan
bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan, melainkan merupakan
ketrampilan yang bisa dipelajari.
Keterampilan interpersonal yang baik dapat
dibangun antara lain:
·
Dari kemampuan mengembangkan perilaku dan
komunikasi
·
Menjadi pendengar yang baik
·
Menyampaikan ide-ide secara lebih jelas
·
Bagaimana mengurangi konflik
3. Keterampilan Menyelesaikan Masalah
Dalam upaya memperbaiki kualitas karyawan
dalam menyelesaikan masalah maka perlu adanya pelatihan khusus yang diberikan
perusahaan. Karena dalam suatu team building/ team work yang membutuhkan waktu
lebih lama untuk membuat keputusan-keputusan bila dibandingkan karyawan yang
bertindak sendirian.
Pelatihan ini mencakup ikut serta dalam
kegiatan-kegiatan untuk mempertajam penalaran, pemikiran, dan
keterampilan-keterampilan untuk merumuskan masalah-masalah; menilai penyebab;
mengembangkan alternatif-alternatif dan membina kreatifitas; menganalisis
alternatif-alternatif dan memilih pemecahan-pemecahan.
Metode
Pelatihan Yang Efektif bagi Karyawan
Untuk mewujudkan nilai perusahaan, nilai
omzet atau membangun perusahaan kearah lebih baik, perusahaan bisa mewujudkannya
dengan cara mengadakan pelatihan pada karyawanya, baik karyawan yang masih baru
maupun yang sudah senior. Untuk itu perusahaan harus bisa membuat metode
pelatihan agar semua peserta bisa mendapatan pengetahuan dan mampu bekerja
lebih baik sesuai dengan keinginan perusahaan.
Banyak metode yang bisa digunakan untuk
pelatihan karyawan
Salah satunya adalah:
·
Metode On the Job Training / Pelatihan Ditempat
Kerja
Dalam setiap recruitmen baru, perusahaan akan
melakukan training pada karyawan baru, pelatihan ini adalah pelatihan yang
sangat simple dan efektif. Tetapi pelatihan di tempat kerja akan mengganggu
tempat kerja itu dan menyebabkan naiknya kesalahan-kesalahan pada saat pelajaran
berlangsung. Bagusnya ,peserta bisa mengamati langsung, mempelajari dan
bertanya ketika tidak bisa mengikuti pelajaran. Metode ini memakan waktu antara
1-3 minggu tergantung dari kecakapan pesertanya. Sekarang banyak perusahaan
yang sudah memakai metode ini dalam open recruitmen.
Karyawan baru bisa memepelajari tugas-tugas
mereka dengan belajar dibawah bimbingan seorang veteran atau senior yang sudah
berpengalaman.
·
Metode Demonstrasi
Dalam metode pelatihan ini, seorang leader
akan memperagakan bagaimana bekerja yang tepat atau hal baik yang bisa mengubah
karyawan. Metode ini cukup sederhana dan bisa dilakukan seorang pimpinan kepada
karyawan. Biasanya film dan video bisa juga digunakan untuk mendemonstrasikan
keterampilan-keterampilan teknis secara tegas.
·
Metode Pelatihan Diluar
Pekerjaan
Metode pelatihan yang efektif ini memberikan kesempatan pada
peserta untuk mendapatkan ilmu dalam suatu kelas tertentu seperti kuliah
singkat maupun studi kasus, dan latihan-latihan simulasi. Ceramah dikelas dapat
digunakan secara efektif untuk mengembangkan keterampilan teknis dalam
penyelesaian masalah selain melalui pelatihan-pelatihan simulasi seperti
analisis kasus, pelatihan-pelatihan pengalaman, permainan peran, dan pelajaran
interaksi kelompok.
Ada juga pelatihan ruang depan( vestibule training), dimana
karyawan mempelajari pekerjaan mereka pada peralatan yang sama yang akan mereka
pergunakan , tapi lingkungan itu dilakukan dilingkungan kerja yang dibuat sendiri
, dan bukan dalam lingkungan kerja yang sebenarnya.
Memanfaatkan Hubungan Pembina Sebaik-baiknya
Terkadang kita
salah mengartikan atau terlalu berlebihan dalam mengartikan tugas yang
diberikan kepada seorang karyawan baru sangatlah berat dan penuh tantangan,
padahal sebenarnya tugas yang diberikan umumnya bersifat rutin, Seharusnya
asumsi dan harapan yang tidak realistis itu segera dihilangkan. Didalam
perusahaan dan pekerjaan pasti ada mentor yang dapat membantu keperluan
orientasi, meningkatkan mental, melatih, memberikan dukungan dan memberikan
perhatian terhadap karyawan baru.
Mentor dapat
berfungsi sebagai penasehat, pelatih, pembimbing dan penuntun. Mentor juga
dapat membantu memberikan bantuan teknis dan masalah-masalah keorganisasian.
Sehingga dapat meminimal perilaku yang tidak sesuai dan penampilan kerja yang
tidak benar.
Mentor juga dapat dimanfaatkan
sebagai jembatan untuk dipromosikanya seorang karyawan ke tingkat yang lebih
tinggi. Tergantung bagaimana karyawan memanfaatkan hubungan dengan mentor itu
sebaik-baiknya.
Hal-hal yang harus
dilakukan untuk mendapatkan promosi :
·
Berkomunikasi secara jujur dengan mentor
·
Perlakukan pembina/mentor dengan terhormat
yang pantas diterimanya
·
Kinerja yang efektik mutlak sangat perlu
·
Belajar bertahun-tahun dan memahami pekerjaan
Akhirnya , apabila
sudah sampai pada titik dalam karir dimana karyawan sudah mempunyai pengalaman
dan wawasan yang dapat diberikan kepada anggota-anggota yang lebih muda,
pertimbangkanlah untuk menjadi mentor/pembina juga.
Tindakan ini dapat
membantu perusahaan mengembangkan bakat manajerialnya. Dan dapat muncul suatu
kepuasaan pribadi terbesar dalam mambantu mengembangkan orang-orang lain.
Kesimpulan
4 faktor Karir
permulaan yang berkaitan dengan sukses adalah :
ü Keterampilan (Teknis, Antar Pribadi, Menyelesaikan
Masalah)
ü Harapan yang relistis
ü Mempunyai mentor
ü Berani menghadapi tugas dan tantangan


