Sabtu, 04 Oktober 2014

Tugas Manajemen - Team-Skill Building Dalam Satu Komunitas Karyawan Dalam Perusahaan



Apakah perlu team building dalam sebuah perusahaan? Team building adalah proses dimana membantu sebuah team dalam membentuk kesinergian dalam mencapai goals dan tujuan yang dibuat oleh team tersebut. Banyak yang salah tanggap tentang team buiding ini sendiri.
Mengerti arti team building dimana sebuah team tahu proses yang harus dilalui dalam mencapai kesepakatan dalam membuat keputusan. Dimana juga disini memerlukan interact antar sesama team member. Dengan adanya interaksi dalam team, mereka dapat mengenal satu sama lain dan membangun suatu hubungan. Ini berguna dalam mengambil keputusan. Team building yang baik adalah dimana leader dapat membentuk teamnya dalam sebuah team yang bersama-sama dapat mencapai goals yang sudah ditentukan.
Komitmen juga diperlukan dalam sebuah team. Komitmen membuat team members memiliki rasa kepemilikan akan team tersebut dimana tidak ada “aku” dalam team. Team members juga dengan sendirinya akan sadar mereka juga harus berjalan menuju goals yang mereka tentukan. Dalam team building ini juga, kepercayaan dalam team members terbangun dan dapat memotivasi satu sama lain.
Leaders harus mengetahui bagaimana cara menyampaikan team building ini sendiri. Membangun teamwork atmosphere diperlukan dalam team building. Seperti kita tau, tiap perusahaan memang terjadi suatu persaingan yang ketat. Kebanyakan sebuah perusahaan melihat performa karyawannya secara individu jadi memungkinkan mereka berpikir untuk apa untuk mengikuti team building. Sehingga inilah yang membuat leaders sulit dalam mengembangkan team mereka. Jadi bangunlah atmosfer kerjasama yang baik dalam perusahaan.
Manfaat team building :
1. Dapat membangun komunikasi yang baik antara team members dan atasan.
2. Meningkatkan suatu produktivitas dan kreativitas sebuah team.
3. Team members termotivasi untuk mencapai goals yang sudah ditentukan.
4. Membentuk kerjasama dan penyatuan dalam memecahkan masalah.
5. Kepuasan dan komitmen pada pekerjaan meningkat.
6. Kepercayaan dan support meningkat.
7. Dapat menyatukan karyawan yang berbeda-beda.
8. Memperjelas pekerjaan masing-masing.
9. Memperlancar jalannya peraturan dan prosedur yang ada.
Leaders harus memulai ke bawah membangun hubungan dengan karyawannya. Ciptakan hubungan yang baik antar sesama dan team building dalam team pun akan menjadi lebih mudah. Yang paling penting adalah bangun hubungan dengan kepercayaan dan kesetiaan dibanding dengan ketakutan karyawan terhadap leaders.
School Children in Physical Education Class
Bagaimana cara membangun team building yang efektif?
1. Anggaplah semua ide yang dilontarkan oleh team member sebagai suatu masukan. Dengan demikian karyawan Anda akan merasa dihargai pendapatnya.
2. Terbukalah dengan team members Anda untuk dapat mengenali mood dan karakter mereka masing-masing. Berhati-hatilah dengan perkataan atau perasaan yang tidak terungkapkan.
3. Sebagai leaders, Anda berperan sebagai penengah team members Anda. Bantu selesaikan konflik yang ada.
4. Berhati-hati dalam berkomunikasi dan dalam memilih kata-kata yang digunakan. Pastikan Anda mengenali cara komunikasi team Anda.
5. Bangun komunikasi antar members dengan baik sehingga members pun dapat berkomunikasi dengan baik demi masalah pekerjaan. Leaders juga harus bisa membangun suasana dimana members bisa mendengarkan satu sama lain dan brainstorming. Terkadang banyak karyawan yang belum tersampaikan ide-idenya sehingga mereka cuma menjadi “Yes” man. Jangan membuat team Anda seperti itu, ajarkan untuk berdiskusi untuk semua hal dan dapat menerima opini orang lain.
6. Bangun kepercayaan dan kerjasama sesama members agar mereka dapat menyelesaikan kendala yang ditemukan dalam pekerjaan Anda. Dan juga dalam team sendiri mereka belajar untuk berbagi informasi demi goals mereka.
7. Tekankan values dan goals team. Evaluasi dan feedback terhadap performa mereka satu team. Ini dapat meningkatkan performa masing-masing individu dan diharapkan dapat mempengaruhi satu team.
Masih banyak cara dalam membuat team building sukses, ini dapat disesuaikan dengan keadaan perusahaan Anda. Pastikan Anda sebagai leader dapat membangun hubungan yang baik dengan bawahan Anda dan jalin komunikasi yang baik pula. Team building sangat diperlukan jika perusahaan Anda terlihat chaos, dalam arti sumber daya alam Anda sudah tidak berproduktif, banyak konflik yang terjadi dan belum terselesaikan, dan bisa juga kurang termotivasi dalam mencapai target. Pastikan Anda sebagai atasan menciptakan suasana yang penuh dengan tantangan dan bersahabat kepada karyawan Anda. Bisa dipastikan karyawan Anda juga bisa lebih produktif lagi.
Leaders dapat membuat outbound atau outing untuk team nya untuk membangun pengenalan akan satu sama lain agar kekompakan sebuah team tercipta dan dapat membawa keuntungan untuk perusahaan.

Kategori-kategori Keterampilan Karyawan
Kita dapat menggolongkan keterampilan karyawan menjadi 3 kategori :
1.      Keterampilan Teknis
Keterampilan ini merupakan pemahaman dan kecakapan melakukan aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan bidang khusus atau pekerjaan tertentu. Keahlian Teknis biasanya lebih banyak berhubungan dengan keahlian tangan atau fisik lainya. Namun ada juga beberapa keahlian non-fisik yang bersifat teknis, seperti keahlian teknis bagi seorang akuntan dan salesman. Beberapa contoh keahlian teknis misalnya keterampilan membaca, matematika/berhitung, dan komputer.
Contoh keahlian teknis yang dimiliki seseorang dalam bidangnya masing-masing: ahli bedah, ahli teknik, pemain musik, pemain sepak bola, akuntan, ahli komputer, artis penyanyi, dan sebagainya.
 
Contoh keterampilan teknis yang harus dikuasai oleh seorang karyawan akuntansi, mampu membuat : jurnal, rugi laba, neraca, dan sebagainya.

Contoh keterampilan teknis yang harus dikuasai oleh seorang supervisor IT meliputi : pemrograman, instalasi sistem komputer, pemeliharaan hardware komputer, dan sebagainya. 
Contoh keterampilan teknis yang harus dikuasai oleh seorang sales, misalnya: teknik presentasi, teknik negosiasi, teknik closing, teknik mengatasi pelanggan yang marah, teknik mempengaruhi konsumen.

2.      Keterampilan Antar-Pribadi (Interpersonal –skill)
Sebagai keterampilan untuk mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, serta keinginan orang lain. Bagaimana diri kita mampu membangun hubungan yang harmonis dengan memahami dan merespon manusia atau orang lain. Keterampilan interpersonal bukan merupakan bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan, melainkan merupakan ketrampilan yang bisa dipelajari.
Keterampilan interpersonal yang baik dapat dibangun antara lain:
·         Dari kemampuan mengembangkan perilaku dan komunikasi
·         Menjadi pendengar yang baik
·         Menyampaikan ide-ide secara lebih jelas
·         Bagaimana mengurangi konflik

3.      Keterampilan Menyelesaikan Masalah
Dalam upaya memperbaiki kualitas karyawan dalam menyelesaikan masalah maka perlu adanya pelatihan khusus yang diberikan perusahaan. Karena dalam suatu team building/ team work yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat keputusan-keputusan bila dibandingkan karyawan yang bertindak sendirian.
Pelatihan ini mencakup ikut serta dalam kegiatan-kegiatan untuk mempertajam penalaran, pemikiran, dan keterampilan-keterampilan untuk merumuskan masalah-masalah; menilai penyebab; mengembangkan alternatif-alternatif dan membina kreatifitas; menganalisis alternatif-alternatif dan memilih pemecahan-pemecahan.

Metode Pelatihan Yang Efektif bagi Karyawan
Untuk mewujudkan nilai perusahaan, nilai omzet atau membangun perusahaan kearah lebih baik, perusahaan bisa mewujudkannya dengan cara mengadakan pelatihan pada karyawanya, baik karyawan yang masih baru maupun yang sudah senior. Untuk itu perusahaan harus bisa membuat metode pelatihan agar semua peserta bisa mendapatan pengetahuan dan mampu bekerja lebih baik sesuai dengan keinginan perusahaan.
Banyak metode yang bisa digunakan untuk pelatihan karyawan
Salah satunya adalah:
·         Metode On the Job Training / Pelatihan Ditempat Kerja
Dalam setiap recruitmen baru, perusahaan akan melakukan training pada karyawan baru, pelatihan ini adalah pelatihan yang sangat simple dan efektif. Tetapi pelatihan di tempat kerja akan mengganggu tempat kerja itu dan menyebabkan naiknya kesalahan-kesalahan pada saat pelajaran berlangsung. Bagusnya ,peserta bisa mengamati langsung, mempelajari dan bertanya ketika tidak bisa mengikuti pelajaran. Metode ini memakan waktu antara 1-3 minggu tergantung dari kecakapan pesertanya. Sekarang banyak perusahaan yang sudah memakai metode ini dalam open recruitmen.
Karyawan baru bisa memepelajari tugas-tugas mereka dengan belajar dibawah bimbingan seorang veteran atau senior yang sudah berpengalaman.
·         Metode Demonstrasi
Dalam metode pelatihan ini, seorang leader akan memperagakan bagaimana bekerja yang tepat atau hal baik yang bisa mengubah karyawan. Metode ini cukup sederhana dan bisa dilakukan seorang pimpinan kepada karyawan. Biasanya film dan video bisa juga digunakan untuk mendemonstrasikan keterampilan-keterampilan teknis secara tegas.
·         Metode Pelatihan Diluar Pekerjaan

Metode pelatihan yang efektif ini memberikan kesempatan pada peserta untuk mendapatkan ilmu dalam suatu kelas tertentu seperti kuliah singkat maupun studi kasus, dan latihan-latihan simulasi. Ceramah dikelas dapat digunakan secara efektif untuk mengembangkan keterampilan teknis dalam penyelesaian masalah selain melalui pelatihan-pelatihan simulasi seperti analisis kasus, pelatihan-pelatihan pengalaman, permainan peran, dan pelajaran interaksi kelompok.
Ada juga pelatihan ruang depan( vestibule training), dimana karyawan mempelajari pekerjaan mereka pada peralatan yang sama yang akan mereka pergunakan , tapi lingkungan itu dilakukan dilingkungan kerja yang dibuat sendiri , dan bukan dalam lingkungan kerja yang sebenarnya.

Memanfaatkan Hubungan Pembina Sebaik-baiknya
Terkadang kita salah mengartikan atau terlalu berlebihan dalam mengartikan tugas yang diberikan kepada seorang karyawan baru sangatlah berat dan penuh tantangan, padahal sebenarnya tugas yang diberikan umumnya bersifat rutin, Seharusnya asumsi dan harapan yang tidak realistis itu segera dihilangkan. Didalam perusahaan dan pekerjaan pasti ada mentor yang dapat membantu keperluan orientasi, meningkatkan mental, melatih, memberikan dukungan dan memberikan perhatian terhadap karyawan baru.
Mentor dapat berfungsi sebagai penasehat, pelatih, pembimbing dan penuntun. Mentor juga dapat membantu memberikan bantuan teknis dan masalah-masalah keorganisasian. Sehingga dapat meminimal perilaku yang tidak sesuai dan penampilan kerja yang tidak benar.
Mentor juga dapat dimanfaatkan sebagai jembatan untuk dipromosikanya seorang karyawan ke tingkat yang lebih tinggi. Tergantung bagaimana karyawan memanfaatkan hubungan dengan mentor itu sebaik-baiknya.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan promosi :
·         Berkomunikasi secara jujur dengan mentor
·         Perlakukan pembina/mentor dengan terhormat yang pantas diterimanya
·         Kinerja yang efektik mutlak sangat perlu
·         Belajar bertahun-tahun dan memahami pekerjaan
Akhirnya , apabila sudah sampai pada titik dalam karir dimana karyawan sudah mempunyai pengalaman dan wawasan yang dapat diberikan kepada anggota-anggota yang lebih muda, pertimbangkanlah untuk menjadi mentor/pembina juga.
Tindakan ini dapat membantu perusahaan mengembangkan bakat manajerialnya. Dan dapat muncul suatu kepuasaan pribadi terbesar dalam mambantu mengembangkan orang-orang lain.


Kesimpulan
4 faktor Karir permulaan yang berkaitan dengan sukses adalah :
ü  Keterampilan (Teknis, Antar Pribadi, Menyelesaikan Masalah)
ü  Harapan yang relistis
ü  Mempunyai mentor
ü  Berani menghadapi tugas dan tantangan


Senin, 29 September 2014

TUGAS MATHEMATICS FOR BUSINESS (Materi Barisan dan Deret)


TUGAS TERSTRUKTUR

 



1.      Ketika awal bekerja, seorang karyawan sebuah perusahaan digaji Rp 700.000,00 per bulan. Setahun berikutnya, gaji per bulannya akan naik sebesar Rp 125.000,00. Demikian seterusnya untuk tahun-tahun berikutnya. Berapa Total gaji karyawan tersebut  sampai pada tahun ke-9?

2.      Setiap awal bulan Nyoman menabung Rp 50.000,00 di suatu bank yang memberikan bunga 1% per bulan. Pada tiap akhir bulan, bunganya ditambahkan pada tabungannya. Berapakah total uang Nyoman di bank itu pada akhir tahun ke-1, dan pada saat bulan ke-6?

3.      Suatu modal sebesar Rp5.000.000,00 dibungakan dengan aturan sistem bunga majemuk. Setelah 10 tahun, modal itu menjadi Rp7.500.000,00. Tentukan tingkat bunga per tahun dalam bentuk persen.


4.      Ramli meminjam uang di suatu bank sebesar Rp2.000.000,00. Bank tersebut memberikan bunga atas dasar bunga majemuk 20% per tahun dengan periode pembungaan setiap catur wulan. Jika Ramli meminjam uang dalam jangka waktu 3 tahun, tentukan jumlah uang yang harus dikembalikan pada akhir tahun ke-3.

Minggu, 28 September 2014

Pengertian Teori Aksiologi dalam Pancasila

Kajian Aksiologi

Aksiologi adalah teori nilai, yaitu sesuatu yang diinginkan, disukai atau yang baik. Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologisnya, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila.
Dalam filsafat Pancasila, terdapat tiga tingkatan nilai, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis.
·         Nilai-nilai dasar Pancasila adalah Ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan.
·         Nilai instrumental, adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara.
·         Nilai praktis, adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.

·         Nilai-nilai dalam Pancasila termasuk nilai etik atau nilai moral merupakan nilai dasar yang mendasari nilai intrumental dan selanjutnya mendasari semua aktivitas kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.

·         Tuhan yang Maha Esa sebagai mahasumber nilai, pencipta alam semesta dan segala isi beserta antarhubungannya, termasuk hukum alam. Nilai dan hukum moral mengikat manusia secara psikologis-spiritual: akal dan budi nurani, obyektif mutlak menurut ruang dan waktu secara universal. Hukum alam dan hukum moral merupakan pengendalian semesta dan kemanusiaan yang menjamin multieksistensi demi keharmonisan dan kelestarian hidup

·          Subyek manusia dapat membedakan hakikat mahasumber dan sumber nilai dalam perwujudan Tuhan yang mahaesa, pencipta alam semesta, asal dan tujuan hidup manusia (sangkan paraning dumadi, secara individual maupun sosial)

·         Nilai-nilai dalam kesadaran manusia dan dalam realitas alam semesta yang meliputi: Tuhan yang mahaesa dengan perwujudan nilai agama yang diwahyukan-Nya, alam semesta dengan berbagai unsur yang menjamin kehidupan setiap makhluk dalam antarhubungan yang harmonis, subyek manusia yang bernilai bagi dirinya sendiri (kesehatan, kebahagiaan, etc.) beserta aneka kewajibannya. Cinta kepada keluarga dan sesama adalah kebahagiaan sosial dan psikologis yang tak ternilai. Demikian pula dengan ilmu, pengetahuan, sosio-budaya umat manusia yang membentuk sistem nilai dalam peradaban manusia menurut tempat dan zamannya.

·          Manusia dengan potensi martabatnya menduduki fungsi ganda dalam hubungan dengan berbagai nilai: manusia sebagai pengamal nilai atau ‘konsumen’ nilai yang bertanggung jawab atas norma-norma penggunaannya dalam kehidupan bersama sesamanya, manusia sebagai pencipta nilai dengan karya dan prestasi individual maupun sosial (ia adalah subyek budaya). “Man created everything from something to be something else, God created everything from nothing to be everything.” Dalam keterbatasannya, manusia adalah prokreator bersama Allah

·         Martabat kepribadian manusia secara potensial-integritas bertumbuhkembang dari hakikat manusia sebagai makhluk individu-sosial-moral: berhikmat kebijaksanaan, tulus dan rendah hati, cinta keadilan dan kebenaran, karya dan darma bakti, amal kebajikan bagi sesama

·         Manusia dengan potensi martabatnya yang luhur dianugerahi akal budi dan nurani sehingga memiliki kemampuan untuk beriman kepada Tuhan yang mahaesa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Tuhan dan nilai agama secara filosofis bersifat metafisik, supernatural dan supranatural. Maka potensi martabat manusia yang luhur itu bersifat apriori: diciptakan Tuhan dengan identitas martabat yang unik: secara sadar mencintai keadilan dan kebenaran, kebaikan dan kebajikan. Cinta kasih adalah produk manusia – identitas utama akal budi dan nuraninya – melalui sikap dan karyanya

·          Manusia sebagai subyek nilai memikul kewajiban dan tanggung jawab terhadap pendayagunaan nilai, mewariskan dan melestarikan nilai dalam kehidupan. Hakikat kebenaran ialah cinta kasih, dan hakikat ketidakbenaran adalah kebencian (dalam aneka wujudnya: dendam, permusuhan, perang, etc.)

·          Eksistensi fungsional manusia ialah subyek dan kesadarannya. Kesadaran berwujud dalam dunia indra, ilmu, filsafat (kebudayaan/ peradaban, etika dan nilai-nilai ideologis) maupun nilai-nilai supranatural.


Skema pola antarhubungan sosial manusia meliputi:
1. Hubungan sosial-horisontal, yakni antarhubungan pribadi manusia (P) dalam antarhubungan dan antaraksinya hingga yang terluas yaitu hubungan antarbangsa (A2-P-B2)
2.    hubungan sosial-vertikal antara pribadi manusia dengan Tuhan yang mahaesa (C: Causa Prima) menurut keyakinan dan agama masing-masing (garis PC)

Pengertian Teori Epistomologis dalam Pancasila

Kajian Epistomologis

Epistomologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, ilmu pengetahuan. Epistomologi meneliti sumber pengetahuan, proses dan syarat terjadinya pengetahuan, batas ilmu pengetahuan.
Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi, yaitu:
·         Tentang sumber pengetahuan manusia
·         Tentang teori kebenaran pengetahuan manusia
·         Tentang watak pengetahuan manusia

Secara epistomologis Pancasila sebagai filsafat yaitu sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.
Sumber pengetahuan Pancasila adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia sendiri. Sedangkan susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan yaitu Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari sila-sila Pancasila itu.
Sebagai suatu paham epistomologi, maka Pancasila mendasarkan pada pandanganya bahwa ilmu pengetahuan tidak bebas nilai dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusia.
Epistomologi menyelidiki sumber, proses, syarat-syarat batas, validitas dan hakikat ilmu. Epistomologi Pancasila secara mendasar meliputi nilai-nilai dan azas-azas:
Mahasumber ialah Tuhan, yang menciptakan kepribadian manusia dengan martabat dan potensi unik yang tinggi, menghayati kesemestaan, nilai agama dan Ketuhanan. Kepribadian manusia sebagai subyek diberkati dengan martabat luhur: pancaindra, akal, rasa, karsa,cipt, karya dan budi nurani. Kemampuan martabat manusia sesungguhnya adalah anugerah dan amanat Ketuhanan/Keagamaan.
Sumber pengetahuan dibedakan secara kualitatif, antara:
·         Sumber primer, yang trtinggi dan terluas, orisinal : lingkungan alam, semesta, sosial-budaya, sistem kenegaraan dan dengan dinamikanya;
·         Sumber sekunder : bidang-bidang ilmu yang sudah ada/berkembang, kepustakaan, dokumentasi;
·         Sumber tersier : cendekiawan,ilmuwan, ahli narasumber,guru.
·         Wujud dan tingkatan pengetahuan dibedakan secara hirarkis:
·         Pengetahuan indrawi
·         Pengetahuan Ilmiah
·         Pengetahuan filosofis
·         Pengetahuan religius

Pengetahuan manusia relatif mencakup keempat wujud tingkatan itu. Ilmu adalah perbendaharaan dan prestasi individual maupun sebagai karya dan warisan budaya umat manusia merupakan kualitas martabat kepribadian manusia. Perwujudannya adalah pemanfaatan ilmu guna kesejahteraan manusia, martabat luhur dan kebajikan para cendekiawan (kreatif, sabar, tekun, rendah hati, bijaksana). ). Ilmu membentuk kepribadian mandiri dan matang serta meningkatkan harkat martabat pribadi secara lahiriah, sosial (sikap dalam pergaulan), psikis (sabar, rendah hati, bijaksana). ). Ilmu menjadi kualitas kepribadian, termasuk kegairahan, keuletan untuk berkreasi dan berkarya.
Martabat kepribadian manusia dengan potensi uniknya memampukan manusia untuk menghayati alam metafisik jauh di balik alam dan kehidupan, memiliki wawasan kesejarahan (masa lampau, kini dan masa depan), wawasan ruang (negara, alam semesta), bahkan secara suprarasional menghayati Tuhan yang supranatural dengan kehidupan abadi sesudah mati. Pengetahuan menyeluruh ini adalah perwujudan kesadaran filosofis-religius, yang menentukan derajat kepribadian manusia yang luhur. Berilmu/ berpengetahuan berarti mengakui ketidaktahuan dan keterbatasan manusia dalam menjangkau dunia suprarasional dan supranatural. Tahu secara ‘melampaui tapal batas’ ilmiah dan filosofis itu justru menghadirkan keyakinan religius yang dianut seutuh kepribadian: mengakui keterbatasan pengetahuan ilmiah-rasional adalah kesadaran rohaniah tertinggi yang membahagiakan.


Pengertian Teori Ontologis dalam Pancasila


Kajian Ontologis

Secara ontologis, Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Pancasila terdiri atas lima sila memiliki satu kesatuan dasar ontologis maksudnya setiap sila bukan merupakan asas yang berdiri sendiri-sendiri melainkan saling berkaitan satu sama lain.
Manusia merupakan pendukung pokok dari sila-sila Pancasila. Maksudnya pada hakikatnya manusia memiliki hakikat mutlak yaitu monopluralis atau monodualis sebagai dasar ontologis Pancasila.
Kesesuaian hubungan negara dengan landasan sila-sila Pancasila adalah berupa hubungan sebab-akibat. Yaitu sebagai berikut :
·         Negara sebagai pendukung hubungan, sedangkan Tuhan, manusia, satu,rakyat dan adil sebagai pokok pangkal hubungan.
·         Landasan sila-sila Pancasila yaitu Tuhan, manusia, satu, rakyat dan adil adalah sebagai sebab dan negara adalah sebagai akibat.

Ontologi ialah penyelidikan hakikat ada (esensi) dan keberadaan (eksistensi) segala sesuatu: alam semesta, fisik, psikis,spiritual, metafisik, termasuk kehidupan sesudah mati, dan Tuhan. Ontologi Pancasila mengandung azas dan nilai antara lain:

·       Tuhan Yang Maha Esa adalah sumber eksistensi kesemestaan. Ontologi Ketuhanan bersifat religius, supranatural, transendental dan suprarasional;
·       Ada- kesemestaan, alam semesta (makrokosmos) sebagai ada tak terbatas, dengan wujud dan hukum alam, sumber daya alam yang merupakan prawahana dan sumber kehidupan semua makhluk : bumi,matahari,zat asam, air, tanah subur, pertambangan, dan sebagainya;
·       Eksistensi subjek/ pribadi manusia : individual, suku, nasional, umat manusia (universal). Manusia adalah subyek unik dan mandiri baik personal maupun nasional, merdeka dan berdaulat. Subyek pribadi mengemban identitas unik : menghayati hak dan kewajiban dalam kebersamaan dan kesemestaan (sosial-horisontal dengan alam dan sesama manusia), sekaligus secara sosial-vertikal universal dengan Tuhan. Pribadi manusia bersifat utuh dan unik dengan potensi jasmani-rohani, karya dan kebijakan sebagai pengemban amanat keagamaan;
·       Eksistensi tata budaya, sebagai perwujudan martabat dan kepribadian manusia yang unggul. Baik kebudayaan nasional maupun universal adalah perwujudan martabat dan kepribadian manusia : sistem nilai, sistem kelembagaan hidup seperti keluarga, masyarakat, organisasi, negara. Eksistensi kultural dan peradaban perwujudan teleologis manusia : hidup dengan motivasi dan cita-cita sehingga kreatif, produktif, etis, berkewajiban;
·       Eksistensi bangsa-negara yang berwujud sistem nasional, sistem kenegaraan yang merdeka dan berdaulat, yang menampilkan martabat, kepribadian dan kewibawaan nasional. Sistem kenegaraan yang merdeka dan berdaulat merupakan puncak prestasi perjuangan bangsa =, pusat kesetiaan dan kebanggaan nasional.
 

Pengertian FILSAFAT PANCASILA menurut Pendapat Para Ahli

      1. Pendapat Muh. Yamin
Dalam bukunya Nsakah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945, menyebutkan bahwa ajaran Pancasila adalah tersusun secara harmonis dalam suatu sistem filsafat. Hakikat filsafatnya adalah satu sinthese fikiran yang lahir dari antithese fikiran. Dari pertentangan pikiran lahirlah perpaduan pendapat yang harmonis, begitu pula halnya dengan ajaran Pancasila, satu sinthese negara yang lahir dari pada satu anithese.
Pada kalimat pertama dari mukadimah Republik Indonesia yang berbunyi : bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Oleh sebab itu penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Kalimat pertama ini adalah kalimat antithese. Pada saat antithese itu hilang maka lahirlah kemerdekaan. Dan kemerdekaan itu kita akan susun menurut ajaran filsafat Pancasila.

2. Pendapat Soediman Kartohadiprodjo
Dalam bukunya yang berjudul Beberapa Pikiran sekitar Pancasila, beliau mengemukakan bahwa pancasila itu disajikan sebagai pidato untuk memenuhi permintaan memberikan dasar filsafat negara, maka disajikan Pancasila sebagai filsafat. Pancasila masih merupakan filsafat Negara (staats-filosofie). Karena itu dapat dimengerti, bahwa filsafat Pancasila dibawakan sebagai inti dari hal-hal yang berkenaan dengan manusia, disebabkan negara adalah manusia serata organisasi manusia.
Dikiranya Pancasila adalah ciptaan Ir. Soekarno, tetapi Ir. Soekarno menolak disebut sebagai pencipta Pancasila, melainkan mengatakan bahwa Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia. Sehingga jika sesuatu filsafat itu adalah isi jiwa suatu bangsa maka filsafat itu adalah filsafat bangsa tadi dan pancasila itu adalah filsafat bangsa Indonesia.
Jadi Soediman Kartohadiprodjo menegaskan bahwa Pancsila sebagai filsafat bangsa Indonesia berdasarkan atas ucapan Bung Karno yang menatakan bahwa Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia.

3. Pendapat Drijrkoro
Dalam seminar pancasila beliau berpendapat bahwa filsafat ada di dalam lingkungan ilmu pengetahuan dan Weltanschauung di dalam lingkungan hidup. Dengan belajar filsafat orang tidak dengan sendirinya mempelajari Weltanscauung. Dan juga tidak pada tempatnya jika dalam filsafat aspek Weltanschauug ditekan-tekan dengan berlebih-lebihan. Sehingga dikemukakan bahwa Pancasila sejak lama merupakan Weltanschauug bagi kita bangsa Indonesia, akan tetapi tanpa dirumuskan sebagai filsafat melainkan dalam dalil-dalil filsafat.
Sehingga Drijarkoro dalam pendpatnya membedakan antara filsafat dengan Weltscauung. Dan diterangkan pula tentang Pancasila sebagai dalil-dalil filsafat, dengan mengakui orang masih tinggal di dalam lingkungan filsafat. Pancasila barulah menjadi pendirian atau sikap hidup.



BANK UMUM

Pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Bank disebutkan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kegiatan Usaha Bank Umum

Kegiatan usaha yang dapat dilaksanakan oleh Bank Umum: 
  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
  • Memberikan kredit.
  • Menerbitkan surat pengakuan utang.
  • Membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya:
    • Surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak lebih lama daripada kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud.
    • Surat pengakuan utang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud.
    • Kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah.
    • Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
    • Obligasi.
    • Surat dagang berjangka waktu sampai dengan satu (1) tahun.
    • Instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sampai dengan satu (1) tahun
  • Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.
  • Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk, cek atau sarana lainnya.
  • Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan antar pihak ketiga.
  • Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.
  • Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.
  • Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek.
  • Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat.
  • Menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  • Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu Bank Umum dapat pula:

  • Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  • Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan di bidang keuangan, seperti sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, asuransi serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  • Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit atau kegagalan pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah, dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, dan
  • Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus pensiun sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dana pensiun yang berlaku.

Laporan Keuangan Bank dan Perusahaan Perdagangan

Dibawah ini adalah contoh laporan keuangan Bank "Laura Bank"






Berikut merupakan laporan keuangan Perusahaan Perdagangan


Penjelasan Laporan Keuangan PT Bank Danamon 2013