Sabtu, 04 Oktober 2014

Tugas Manajemen - Team-Skill Building Dalam Satu Komunitas Karyawan Dalam Perusahaan



Apakah perlu team building dalam sebuah perusahaan? Team building adalah proses dimana membantu sebuah team dalam membentuk kesinergian dalam mencapai goals dan tujuan yang dibuat oleh team tersebut. Banyak yang salah tanggap tentang team buiding ini sendiri.
Mengerti arti team building dimana sebuah team tahu proses yang harus dilalui dalam mencapai kesepakatan dalam membuat keputusan. Dimana juga disini memerlukan interact antar sesama team member. Dengan adanya interaksi dalam team, mereka dapat mengenal satu sama lain dan membangun suatu hubungan. Ini berguna dalam mengambil keputusan. Team building yang baik adalah dimana leader dapat membentuk teamnya dalam sebuah team yang bersama-sama dapat mencapai goals yang sudah ditentukan.
Komitmen juga diperlukan dalam sebuah team. Komitmen membuat team members memiliki rasa kepemilikan akan team tersebut dimana tidak ada “aku” dalam team. Team members juga dengan sendirinya akan sadar mereka juga harus berjalan menuju goals yang mereka tentukan. Dalam team building ini juga, kepercayaan dalam team members terbangun dan dapat memotivasi satu sama lain.
Leaders harus mengetahui bagaimana cara menyampaikan team building ini sendiri. Membangun teamwork atmosphere diperlukan dalam team building. Seperti kita tau, tiap perusahaan memang terjadi suatu persaingan yang ketat. Kebanyakan sebuah perusahaan melihat performa karyawannya secara individu jadi memungkinkan mereka berpikir untuk apa untuk mengikuti team building. Sehingga inilah yang membuat leaders sulit dalam mengembangkan team mereka. Jadi bangunlah atmosfer kerjasama yang baik dalam perusahaan.
Manfaat team building :
1. Dapat membangun komunikasi yang baik antara team members dan atasan.
2. Meningkatkan suatu produktivitas dan kreativitas sebuah team.
3. Team members termotivasi untuk mencapai goals yang sudah ditentukan.
4. Membentuk kerjasama dan penyatuan dalam memecahkan masalah.
5. Kepuasan dan komitmen pada pekerjaan meningkat.
6. Kepercayaan dan support meningkat.
7. Dapat menyatukan karyawan yang berbeda-beda.
8. Memperjelas pekerjaan masing-masing.
9. Memperlancar jalannya peraturan dan prosedur yang ada.
Leaders harus memulai ke bawah membangun hubungan dengan karyawannya. Ciptakan hubungan yang baik antar sesama dan team building dalam team pun akan menjadi lebih mudah. Yang paling penting adalah bangun hubungan dengan kepercayaan dan kesetiaan dibanding dengan ketakutan karyawan terhadap leaders.
School Children in Physical Education Class
Bagaimana cara membangun team building yang efektif?
1. Anggaplah semua ide yang dilontarkan oleh team member sebagai suatu masukan. Dengan demikian karyawan Anda akan merasa dihargai pendapatnya.
2. Terbukalah dengan team members Anda untuk dapat mengenali mood dan karakter mereka masing-masing. Berhati-hatilah dengan perkataan atau perasaan yang tidak terungkapkan.
3. Sebagai leaders, Anda berperan sebagai penengah team members Anda. Bantu selesaikan konflik yang ada.
4. Berhati-hati dalam berkomunikasi dan dalam memilih kata-kata yang digunakan. Pastikan Anda mengenali cara komunikasi team Anda.
5. Bangun komunikasi antar members dengan baik sehingga members pun dapat berkomunikasi dengan baik demi masalah pekerjaan. Leaders juga harus bisa membangun suasana dimana members bisa mendengarkan satu sama lain dan brainstorming. Terkadang banyak karyawan yang belum tersampaikan ide-idenya sehingga mereka cuma menjadi “Yes” man. Jangan membuat team Anda seperti itu, ajarkan untuk berdiskusi untuk semua hal dan dapat menerima opini orang lain.
6. Bangun kepercayaan dan kerjasama sesama members agar mereka dapat menyelesaikan kendala yang ditemukan dalam pekerjaan Anda. Dan juga dalam team sendiri mereka belajar untuk berbagi informasi demi goals mereka.
7. Tekankan values dan goals team. Evaluasi dan feedback terhadap performa mereka satu team. Ini dapat meningkatkan performa masing-masing individu dan diharapkan dapat mempengaruhi satu team.
Masih banyak cara dalam membuat team building sukses, ini dapat disesuaikan dengan keadaan perusahaan Anda. Pastikan Anda sebagai leader dapat membangun hubungan yang baik dengan bawahan Anda dan jalin komunikasi yang baik pula. Team building sangat diperlukan jika perusahaan Anda terlihat chaos, dalam arti sumber daya alam Anda sudah tidak berproduktif, banyak konflik yang terjadi dan belum terselesaikan, dan bisa juga kurang termotivasi dalam mencapai target. Pastikan Anda sebagai atasan menciptakan suasana yang penuh dengan tantangan dan bersahabat kepada karyawan Anda. Bisa dipastikan karyawan Anda juga bisa lebih produktif lagi.
Leaders dapat membuat outbound atau outing untuk team nya untuk membangun pengenalan akan satu sama lain agar kekompakan sebuah team tercipta dan dapat membawa keuntungan untuk perusahaan.

Kategori-kategori Keterampilan Karyawan
Kita dapat menggolongkan keterampilan karyawan menjadi 3 kategori :
1.      Keterampilan Teknis
Keterampilan ini merupakan pemahaman dan kecakapan melakukan aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan bidang khusus atau pekerjaan tertentu. Keahlian Teknis biasanya lebih banyak berhubungan dengan keahlian tangan atau fisik lainya. Namun ada juga beberapa keahlian non-fisik yang bersifat teknis, seperti keahlian teknis bagi seorang akuntan dan salesman. Beberapa contoh keahlian teknis misalnya keterampilan membaca, matematika/berhitung, dan komputer.
Contoh keahlian teknis yang dimiliki seseorang dalam bidangnya masing-masing: ahli bedah, ahli teknik, pemain musik, pemain sepak bola, akuntan, ahli komputer, artis penyanyi, dan sebagainya.
 
Contoh keterampilan teknis yang harus dikuasai oleh seorang karyawan akuntansi, mampu membuat : jurnal, rugi laba, neraca, dan sebagainya.

Contoh keterampilan teknis yang harus dikuasai oleh seorang supervisor IT meliputi : pemrograman, instalasi sistem komputer, pemeliharaan hardware komputer, dan sebagainya. 
Contoh keterampilan teknis yang harus dikuasai oleh seorang sales, misalnya: teknik presentasi, teknik negosiasi, teknik closing, teknik mengatasi pelanggan yang marah, teknik mempengaruhi konsumen.

2.      Keterampilan Antar-Pribadi (Interpersonal –skill)
Sebagai keterampilan untuk mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, serta keinginan orang lain. Bagaimana diri kita mampu membangun hubungan yang harmonis dengan memahami dan merespon manusia atau orang lain. Keterampilan interpersonal bukan merupakan bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan, melainkan merupakan ketrampilan yang bisa dipelajari.
Keterampilan interpersonal yang baik dapat dibangun antara lain:
·         Dari kemampuan mengembangkan perilaku dan komunikasi
·         Menjadi pendengar yang baik
·         Menyampaikan ide-ide secara lebih jelas
·         Bagaimana mengurangi konflik

3.      Keterampilan Menyelesaikan Masalah
Dalam upaya memperbaiki kualitas karyawan dalam menyelesaikan masalah maka perlu adanya pelatihan khusus yang diberikan perusahaan. Karena dalam suatu team building/ team work yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat keputusan-keputusan bila dibandingkan karyawan yang bertindak sendirian.
Pelatihan ini mencakup ikut serta dalam kegiatan-kegiatan untuk mempertajam penalaran, pemikiran, dan keterampilan-keterampilan untuk merumuskan masalah-masalah; menilai penyebab; mengembangkan alternatif-alternatif dan membina kreatifitas; menganalisis alternatif-alternatif dan memilih pemecahan-pemecahan.

Metode Pelatihan Yang Efektif bagi Karyawan
Untuk mewujudkan nilai perusahaan, nilai omzet atau membangun perusahaan kearah lebih baik, perusahaan bisa mewujudkannya dengan cara mengadakan pelatihan pada karyawanya, baik karyawan yang masih baru maupun yang sudah senior. Untuk itu perusahaan harus bisa membuat metode pelatihan agar semua peserta bisa mendapatan pengetahuan dan mampu bekerja lebih baik sesuai dengan keinginan perusahaan.
Banyak metode yang bisa digunakan untuk pelatihan karyawan
Salah satunya adalah:
·         Metode On the Job Training / Pelatihan Ditempat Kerja
Dalam setiap recruitmen baru, perusahaan akan melakukan training pada karyawan baru, pelatihan ini adalah pelatihan yang sangat simple dan efektif. Tetapi pelatihan di tempat kerja akan mengganggu tempat kerja itu dan menyebabkan naiknya kesalahan-kesalahan pada saat pelajaran berlangsung. Bagusnya ,peserta bisa mengamati langsung, mempelajari dan bertanya ketika tidak bisa mengikuti pelajaran. Metode ini memakan waktu antara 1-3 minggu tergantung dari kecakapan pesertanya. Sekarang banyak perusahaan yang sudah memakai metode ini dalam open recruitmen.
Karyawan baru bisa memepelajari tugas-tugas mereka dengan belajar dibawah bimbingan seorang veteran atau senior yang sudah berpengalaman.
·         Metode Demonstrasi
Dalam metode pelatihan ini, seorang leader akan memperagakan bagaimana bekerja yang tepat atau hal baik yang bisa mengubah karyawan. Metode ini cukup sederhana dan bisa dilakukan seorang pimpinan kepada karyawan. Biasanya film dan video bisa juga digunakan untuk mendemonstrasikan keterampilan-keterampilan teknis secara tegas.
·         Metode Pelatihan Diluar Pekerjaan

Metode pelatihan yang efektif ini memberikan kesempatan pada peserta untuk mendapatkan ilmu dalam suatu kelas tertentu seperti kuliah singkat maupun studi kasus, dan latihan-latihan simulasi. Ceramah dikelas dapat digunakan secara efektif untuk mengembangkan keterampilan teknis dalam penyelesaian masalah selain melalui pelatihan-pelatihan simulasi seperti analisis kasus, pelatihan-pelatihan pengalaman, permainan peran, dan pelajaran interaksi kelompok.
Ada juga pelatihan ruang depan( vestibule training), dimana karyawan mempelajari pekerjaan mereka pada peralatan yang sama yang akan mereka pergunakan , tapi lingkungan itu dilakukan dilingkungan kerja yang dibuat sendiri , dan bukan dalam lingkungan kerja yang sebenarnya.

Memanfaatkan Hubungan Pembina Sebaik-baiknya
Terkadang kita salah mengartikan atau terlalu berlebihan dalam mengartikan tugas yang diberikan kepada seorang karyawan baru sangatlah berat dan penuh tantangan, padahal sebenarnya tugas yang diberikan umumnya bersifat rutin, Seharusnya asumsi dan harapan yang tidak realistis itu segera dihilangkan. Didalam perusahaan dan pekerjaan pasti ada mentor yang dapat membantu keperluan orientasi, meningkatkan mental, melatih, memberikan dukungan dan memberikan perhatian terhadap karyawan baru.
Mentor dapat berfungsi sebagai penasehat, pelatih, pembimbing dan penuntun. Mentor juga dapat membantu memberikan bantuan teknis dan masalah-masalah keorganisasian. Sehingga dapat meminimal perilaku yang tidak sesuai dan penampilan kerja yang tidak benar.
Mentor juga dapat dimanfaatkan sebagai jembatan untuk dipromosikanya seorang karyawan ke tingkat yang lebih tinggi. Tergantung bagaimana karyawan memanfaatkan hubungan dengan mentor itu sebaik-baiknya.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan promosi :
·         Berkomunikasi secara jujur dengan mentor
·         Perlakukan pembina/mentor dengan terhormat yang pantas diterimanya
·         Kinerja yang efektik mutlak sangat perlu
·         Belajar bertahun-tahun dan memahami pekerjaan
Akhirnya , apabila sudah sampai pada titik dalam karir dimana karyawan sudah mempunyai pengalaman dan wawasan yang dapat diberikan kepada anggota-anggota yang lebih muda, pertimbangkanlah untuk menjadi mentor/pembina juga.
Tindakan ini dapat membantu perusahaan mengembangkan bakat manajerialnya. Dan dapat muncul suatu kepuasaan pribadi terbesar dalam mambantu mengembangkan orang-orang lain.


Kesimpulan
4 faktor Karir permulaan yang berkaitan dengan sukses adalah :
ü  Keterampilan (Teknis, Antar Pribadi, Menyelesaikan Masalah)
ü  Harapan yang relistis
ü  Mempunyai mentor
ü  Berani menghadapi tugas dan tantangan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar