Sabtu, 27 September 2014

Konsep FIlsafat Pancasila

   KONSEP FILSAFAT PANCASILA
Ø  Ontologi (realita)
Dasar ontologis pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakikat mutlak monopluralis yaitu hakikat yang memiliki unsur-unsur pokok yang terdiri dari jiwa (rohani) dan raga (jasmani). Oleh karena itu hakikat dasar ini juga disebut sebagai dasar antropologis. Subjek pendukung pokok sila-sila pancasila adalah manusia. Hal ini dapat dijelaskan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradap, yang persatuan, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta berkeadilan sosial pada hakikatnya adalah manusia. (Notonegoro,1975:23). Adapun pendukung pokok negara adalah rakyat dan unsur rakyat adalah manusia itu sendiri. Sehingga tepatlah pancasila bahwa hakikat dasar antropologis sila-sila pancasila adalah manusia.
Ø  Epistemologi (Pengetahuan)
Dasar epistomologis pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Pancasila sebagai suatu ideologi bersumber pada nilai-nilai dasarnya yaitu filsafat pancasila.(Soeryanto,1991:50). Dalam epistomologi terdapat 3 persoalan yang mendasar, yang pertama tentang sumber pengetahuan manusia, kedua tentang teori kebenaran pengetahua manusia, ketiga tentang watak pengetahuan manusia (Titus,1984:20).
Pancasila sebagai suatu objek pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan pancasila dan susunan pengetahuan pancasila. Karena pancasila sebagai sistem pengetahuan maka memiliki susunan yang bersifat sila-sila pancasila maupun arti sila-sila pancasila.
Ø  Axiologi (Nilai)
Sila-sila sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aziologisnya sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Pada hakikatnya segala sesuatu itu bernilai. Hanya nilai macam apa saja yang ada serta bagaimana hubungan nilai tersebut dengan manusia. Banyak pandangan tentang nilai terutama dalam menggolongkan-golongkan nilai dan penggolongan tersebut amat beraneka ragam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar