Sabtu, 27 September 2014

Sifat Ideologi


A.                                         Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti gagasan / konsep , pengertian dasar cita-cita dan “logos” berarti ilmu. Kata idea berasal dari bahasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk, maka secara harfiah ideologi berarti ilmu tentang pengertian-pengertian dasar.
Dalam pengertian sehari-hari idea disamakan dengan cita-cita. Cita-cita yang dimaksud  bersifat tetap yang harus dicapai, sehingga merupakan pandangan dasar atau paham.
Ideologi kemudian berkembang menjadi seperangkat nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup. Tetapi ideologi berbeda dengan filsafat, ideologi memang mengandung nilai filosofis akan tetapi berlaku sebagai keyakinan normative. Ideologi juga bersifat Futuristic karena memberikan gambaran masa depan yang utopis. Dan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan nilai-nilai yang dicita-citakan dan ingin diwujudkan.

Fungsi ideologi menurut beberapa pakar dibidangnya :
1.      Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda.
2.      Sebagai kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi individu, masyarakat dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan.


Ø  Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah pandangan hidup bangsa Indonesia yang mempunyai nilai dasar yang bersifat tetap sepanjang jaman yang mampu berkembang secara dinamis.
Ciri-ciri ideologi terbuka :
1.      Nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari moral,budaya masyarakat itu sendiri
2.      Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari masyarakat
3.      Nilai-nilai itu sifatnya dasar

Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki kekuatan yang sangat tergantung pada kualitas dari dimensi-dimensi yang dikandungnya. Ada tiga dimensi sifat ideologi, yaitu dimensi realitas, dimensi idealisme, dan dimensi fleksibilitas.

1.      Dimensi realitas : nilai yang terkandung dalam dirinya, bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, terutama pada waktu ideologi itu lahir, sehingga mereka betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik bersama.
2.      Dimensi idealisme : ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.      Dimensi fleksibilitas : ideologi mampu menerima hal-hal baru sesuai perkembangan jaman
Faktor-faktor pendorong keterbukaan Ideologi pancasila antara lan:
1.    Proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara  cepat
2.    Kenyataan menunjukan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
3.    Pengalaman sejarah politik masa lampau
4.    Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.



B.                                         Ideologi Lain
Ø    Ideologi Komunis
Ideologi Komunisme adalah salah satu bentuk ideologi dunia, disamping ideologi yang lain dan sering disebut ideologi totaliter. Komunisme merupakan ajaran yang memandang bahwa manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial, yang diperuntukan bagi kepentingan dan keuntungan kelasnya dan untuk mencapai tujuanya dengan menghalalkan segala cara.
Salah satu tokoh komunis adalah Heinrich Karl Mark (1818-1883) seorang yahudi jerman dan merupakan tokoh sosialis revolusioner yang banyak menulis bidang sosial ekonomi. Ajaran komunis melandasi pada teori marxisme dan leninisme.
Ciri-ciri Ideologi Komunis :
1.      Ajaran komunisme bersifat ateis, tidak mengimani Allah
2.      Manusia makhluk social tanpa dekorasi individu dan manusia dianggap mesin
3.      Masyarakat dianggap sebagai kesatuan manusia tanpa kelas
4.      Hukum dibuat manusia dan ditetapkan negara
5.      Perekonomian ditangan negara

Ø          Ideologi Liberalisme
Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat dan tradisi politik yang didasarkan pada pmahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Ketika itu masyarakat ditandai dengan dua karakteristik yaitu, anggota masyarakat terikat satu sama lain dalam sistem yang kukuh. Pemikiran liberal berkembang sejak jaman reformasi.
Ciri-ciri ideologi liberalisme:
1.      Demokrasi merupakan bentuk pemerintah yang lebih baik
2.      Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, beragama dan pers
3.      Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas
4.      Semua masyarakat dianggap bahagia apabila sebagian individu atau individu terbesar berbahagia
5.      Hak-hak tertentu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun



Tidak ada komentar:

Posting Komentar