A.
Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti gagasan / konsep ,
pengertian dasar cita-cita dan “logos”
berarti ilmu. Kata idea berasal dari bahasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk, maka secara harfiah ideologi berarti
ilmu tentang pengertian-pengertian dasar.
Dalam pengertian sehari-hari idea disamakan dengan cita-cita. Cita-cita
yang dimaksud bersifat tetap yang harus
dicapai, sehingga merupakan pandangan dasar atau paham.
Ideologi kemudian berkembang menjadi seperangkat nilai atau pemikiran yang
dipegang oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup.
Tetapi ideologi berbeda dengan filsafat, ideologi memang mengandung nilai
filosofis akan tetapi berlaku sebagai keyakinan normative. Ideologi juga
bersifat Futuristic karena memberikan gambaran masa depan yang utopis. Dan
nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan nilai-nilai yang
dicita-citakan dan ingin diwujudkan.
Fungsi ideologi menurut beberapa pakar dibidangnya :
1. Sebagai jembatan
pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan
generasi muda.
2. Sebagai kekuatan yang
mampu memberi semangat dan motivasi individu, masyarakat dan bangsa untuk
menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan.
Ø
Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah pandangan hidup bangsa Indonesia
yang mempunyai nilai dasar yang bersifat tetap sepanjang jaman yang mampu
berkembang secara dinamis.
Ciri-ciri ideologi terbuka :
1. Nilai-nilai dan
cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari
moral,budaya masyarakat itu sendiri
2. Dasarnya bukan
keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari
masyarakat
3. Nilai-nilai itu
sifatnya dasar
Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki kekuatan yang sangat tergantung
pada kualitas dari dimensi-dimensi yang dikandungnya. Ada tiga dimensi sifat
ideologi, yaitu dimensi realitas, dimensi idealisme, dan dimensi fleksibilitas.
1. Dimensi realitas : nilai
yang terkandung dalam dirinya, bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam
masyarakat, terutama pada waktu ideologi itu lahir, sehingga mereka betul-betul
merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik bersama.
2. Dimensi idealisme :
ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Dimensi fleksibilitas
: ideologi mampu menerima hal-hal baru sesuai perkembangan jaman
Faktor-faktor pendorong keterbukaan Ideologi pancasila
antara lan:
1.
Proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat
yang berkembang secara cepat
2.
Kenyataan menunjukan bahwa bangkrutnya ideologi yang
tertutup dan beku cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
3.
Pengalaman sejarah politik masa lampau
4.
Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai
dasar pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan
dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.
B.
Ideologi Lain
Ø
Ideologi Komunis
Ideologi Komunisme adalah salah
satu bentuk ideologi dunia, disamping ideologi yang lain dan sering disebut
ideologi totaliter. Komunisme merupakan ajaran yang memandang bahwa manusia
pada hakikatnya merupakan makhluk sosial, yang diperuntukan bagi kepentingan
dan keuntungan kelasnya dan untuk mencapai tujuanya dengan menghalalkan segala
cara.
Salah satu tokoh komunis adalah
Heinrich Karl Mark (1818-1883) seorang yahudi jerman dan merupakan tokoh
sosialis revolusioner yang banyak menulis bidang sosial ekonomi. Ajaran komunis
melandasi pada teori marxisme dan leninisme.
Ciri-ciri Ideologi Komunis :
1.
Ajaran komunisme bersifat ateis, tidak mengimani Allah
2.
Manusia makhluk social tanpa dekorasi individu dan
manusia dianggap mesin
3.
Masyarakat dianggap sebagai kesatuan manusia tanpa
kelas
4.
Hukum dibuat manusia dan ditetapkan negara
5.
Perekonomian ditangan negara
Ø
Ideologi Liberalisme
Liberalisme adalah sebuah ideologi,
pandangan filsafat dan tradisi politik yang didasarkan pada pmahaman bahwa
kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari konteks
masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Ketika itu masyarakat ditandai dengan
dua karakteristik yaitu, anggota masyarakat terikat satu sama lain dalam sistem
yang kukuh. Pemikiran liberal berkembang sejak jaman reformasi.
Ciri-ciri ideologi liberalisme:
1.
Demokrasi merupakan bentuk pemerintah
yang lebih baik
2.
Anggota masyarakat memiliki kebebasan
intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, beragama dan pers
3.
Pemerintah hanya mengatur kehidupan
masyarakat secara terbatas
4.
Semua masyarakat dianggap bahagia
apabila sebagian individu atau individu terbesar berbahagia
5.
Hak-hak tertentu yang tidak dapat
dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar