Sabtu, 27 September 2014

Pengertian Filsafat Pancasila

Kata filsafat berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata “philos” dan “sophos” menjadi philosophia. Philos berarti cinta atau teman, sophos berarti bijaksana. Jadi philosophia atau filsafat berarti cinta kepada kebijaksanaan/pengetahuan. Seorang ahli pikir disebut filosof. Kata ini mula-mula dipakai oleh Herakleitos.

Filsafat terbentuk karena berfilsafat. Dapat disimpulkan bahwa berfilsafat adalah mencari kebenaran tentang segala sesuatu yang dipermasalahkan dengan berfikir secara radikal, sistem radikal dan universal. Dan filsafat adalah sistem kebenaran tentang segala sesuatu yang dipersoalkan sebagai hasil dari berfikir secara radikal, sistematis, dan universal.
Dengan demikian dapatlah disimpulkan, bahwa apa yang disebut filsafat adalah suatu usaha pemikiran manusia yang sungguh-sungguh, secara sistematis dan radikal untuk mencari kebenaran sesuai dengan ruang dan waktu.
Jikalau ditinjau dari lingkup pembahasannya, maka filsafat meliputi banyak bidang bahasan antara lain tentang manusia, masyarakat, alam, pengetahuan, etika, logika, agama, estetika dan lainnya. Oleh karena itu seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka muncul dan berkembang juga ilmu filsafat yang berkaitan dangan bidang-bidang ilmu tertentu, misalnya filsafat sosial, filsafat hukum, filsafat politik, filsafat bahasa, filsafat ilmu pengetahuan, filsafat lingkungan, filsafat agama dan filsafat yang berkaitan dengan bidang ilmu lainnya.

Paham yang menempatkan masyarakat dan individu secara seimbang. Ada kebebasan tetapi demi kebaikan diadakan pembabatan terhadap kebebasan itu yang berarti bebas tapi bertanggung jawab. Mengakui adanya HAM dan mengakui adanya Tuhan YME, beragama sesuai dengan agama yang dianutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar